Habitat Indonesia dan Pemkab Nagekeo Perkuat Komitmen Pemulihan Pascagempa Flores

Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Habitat for Humanity Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Nagekeo dalam upaya pemulihan pascagempa Flores (9/9). Foto: HFHI/Kevin Herbian
Nagekeo, 10 September 2026 – Memasuki fase pemulihan pascabencana Gempa Flores, Habitat for Humanity Indonesia memperkuat komitmen jangka panjang bersama Pemerintah Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, untuk mendukung keluarga-keluarga terdampak agar dapat kembali pulih secara bertahap.
Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Bupati Nagekeo, Simplisius Donatus, dan Direktur Nasional Habitat for Humanity Indonesia, Handoko Ngadiman. Penandatanganan dilaksanakan secara hybrid pada Rabu, 9 September 2026, sebagai landasan kolaborasi dalam pelaksanaan program pemulihan pascabencana di Kabupaten Nagekeo.
Melalui kerja sama ini, Habitat Indonesia akan menjalankan program Flores Housing Recovery yang berfokus pada pemulihan hunian dan layanan dasar bagi keluarga terdampak gempa, khususnya di Kecamatan Aesesa. Program ini direncanakan berlangsung selama satu tahun ke depan dengan melibatkan koordinasi bersama pemerintah daerah serta pemangku kepentingan terkait.
Dalam pelaksanaannya, program pemulihan akan mencakup beberapa bentuk dukungan. Habitat Indonesia akan membantu perbaikan dan perkuatan struktur bangunan (retrofitting) bagi 200 rumah yang mengalami kerusakan ringan hingga sedang akibat gempa. Upaya tersebut ditujukan untuk membantu keluarga memiliki hunian yang lebih layak dan aman.
Selain pemulihan hunian, dukungan juga akan diarahkan pada pemulihan akses rumah tangga terhadap layanan air bersih dan sanitasi yang aman. Edukasi dan peningkatan kapasitas masyarakat turut menjadi bagian dari program melalui pelatihan mengenai praktik Water, Sanitation, and Hygiene (WASH) serta prinsip pembangunan dan perbaikan hunian yang lebih aman terhadap risiko bencana melalui pendekatan Build Back Safer.
Pemulihan juga akan menyasar fasilitas publik yang terdampak bencana. Habitat Indonesia merencanakan rehabilitasi sekolah dan pos kesehatan masyarakat untuk membantu memulihkan akses masyarakat terhadap layanan pendidikan dan kesehatan primer.
“Pemerintah Kabupaten Nagekeo, bersama masyarakat, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Habitat for Humanity Indonesia serta para donatur atas dukungan yang diberikan. Kami menerima dukungan ini sebagai bagian dari upaya bersama untuk membantu masyarakat Nagekeo melewati masa pemulihan pascabencana,” ujar Bupati Nagekeo, Simplisius Donatus.

Distribusi 100 paket Emergency Shelter Kit (ESK) ke lima desa di Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (31/8). Foto: HFHI/Kevin Herbian
Memulai pemulihan dari langkah awal
Komitmen pemulihan jangka panjang ini melanjutkan respons Habitat Indonesia yang telah dilakukan sejak fase awal pascabencana. Sebelumnya, pada 31 Agustus 2026, Habitat Indonesia melalui dukungan para donatur telah menyalurkan 100 paket Emergency Shelter Kit (ESK) kepada keluarga terdampak gempa di lima desa di Kecamatan Aesesa, yaitu Desa Aeramo, Marapokot, Nangadhero, Tonggurambang, dan Waekokak.
Paket ESK berisi berbagai perlengkapan pertukangan yang dapat digunakan keluarga untuk membersihkan sisa material gempa serta melakukan perbaikan darurat pada rumah yang mengalami kerusakan. Dukungan ini menjadi langkah awal agar keluarga dapat mulai melakukan pemulihan hunian secara mandiri sesuai dengan kondisi rumah masing-masing.
Bagi Habitat Indonesia, pemulihan pascabencana tidak berhenti pada pemberian bantuan darurat. Perbaikan hunian, pemulihan layanan dasar, peningkatan kapasitas masyarakat, hingga rehabilitasi fasilitas publik perlu dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.
“Dukungan dari para donatur Habitat for Humanity Indonesia menjadi momentum untuk terus berbuat kebaikan dan membantu keluarga terdampak. Harapannya, dukungan ini dapat membantu keluarga memulihkan rumah mereka secara bertahap dan membangun kembali kehidupan yang lebih aman setelah bencana,” kata Direktur Nasional Habitat for Humanity Indonesia, Handoko Ngadiman.
Melalui program Flores Housing Recovery, Habitat Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Nagekeo berupaya memastikan proses pemulihan berjalan secara terarah dan menjawab kebutuhan masyarakat terdampak. Kolaborasi lintas pihak menjadi penting agar keluarga tidak hanya mendapatkan bantuan pada masa tanggap darurat, tetapi juga memiliki dukungan untuk membangun kembali hunian dan kehidupan mereka dalam jangka panjang.
Proses pemulihan pascabencana merupakan perjalanan yang membutuhkan waktu dan gotong royong dari berbagai pihak. Karena itu, Habitat Indonesia masih membuka kesempatan bagi #SahabatHabitat untuk turut ambil bagian dalam mendukung keluarga terdampak Gempa Flores.
Mari bersama membantu keluarga di Flores memulihkan hunian, membangun kembali kehidupan, dan menciptakan masa depan yang lebih aman. Salurkan donasi melalui informasi yang tercantum pada flyer kampanye.

Penulis: Kevin Herbian
Grafis: Tias Ester Widhari
(kh/av)

































