Tangerang, 8 Mei 2026 – Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas tenaga kerja konstruksi di Indonesia, Habitat for Humanity Indonesia melalui program BMZ menyelenggarakan Kontes Tukang Tenaga Kerja Konstruksi 2026, sebuah kompetisi berbasis praktik lapangan yang dirancang untuk menguji keterampilan teknis pekerja konstruksi secara langsung. Kegiatan ini menjadi wadah bagi para pekerja untuk membangun kepercayaan diri, memperkuat portofolio profesional, serta menunjukkan kompetensi mereka melalui hasil kerja yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Kegiatan ini dilaksanakan pada 2–3 Mei 2026 di Tanjung Kait, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, dengan melibatkan 180 pekerja konstruksi yang terbagi ke dalam 18 tim. Masing-masing tim bertanggung jawab membangun 1 unit dapur, sehingga selama dua hari pelaksanaan, total 18 dapur berhasil dibangun untuk keluarga penerima manfaat di kawasan tersebut.
Dalam proses pembangunan, peserta berkompetisi pada lima bidang utama pekerjaan konstruksi, yaitu pembangunan dinding hebel, instalasi perpipaan air bersih dan air kotor, pemasangan rangka atap baja ringan, keramik lantai, serta pengecatan dinding. Seluruh proses kerja dinilai secara menyeluruh berdasarkan kualitas teknis pekerjaan, penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), ketepatan waktu penyelesaian, serta kualitas finishing dari hasil pembangunan.






Melalui kegiatan ini, Habitat for Humanity Indonesia tidak hanya mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja konstruksi, tetapi juga memperkuat penerapan standar bangunan yang aman, sehat, dan berkualitas. Di saat yang sama, para peserta memperoleh pengalaman praktik yang dapat meningkatkan daya saing dan membuka peluang kerja yang lebih luas di masa depan.
“Ketika tenaga kerja konstruksi dibekali dengan keterampilan yang baik, memahami standar keselamatan kerja, dan memiliki kepercayaan diri atas kompetensinya, mereka tidak hanya siap terjun ke dunia konstruksi, tetapi juga siap membangun masa depan yang lebih baik bagi diri, keluarga, dan komunitasnya,” ujar Arwin Soelaksono selaku Program Director Habitat for Humanity Indonesia.
Kompetisi ini menghadirkan dampak langsung bagi masyarakat Tanjung Kait melalui terbangunnya 18 dapur, yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup keluarga. Sebuah wujud nyata bahwa peningkatan keterampilan tenaga kerja dapat berjalan beriringan dengan pembangunan yang membawa perubahan positif bagi komunitas.






Foto: HFHI/Kevin Herbian
Penulis: Syefira Salsabilla
(av/kh)




