Sragen, 30 Juni 2026 – Habitat for Humanity Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Sragen terus memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan akses terhadap hunian layak bagi keluarga berpenghasilan rendah. Komitmen tersebut ditandai melalui seremoni penyerahan bantuan peningkatan kualitas Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang diselenggarakan di Pendopo Sumonegaran, Kabupaten Sragen.
Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, S.IP., M.A., bersama Kepala BP3K Jawa III, Aldino Herupriawan, S.T., M.T., Anggota Komisi V DPR RI, Ir. Sriyanto Saputro, M.M., serta Senior Manager of Field Operation Habitat Indonesia, Rudi Nadapdap. Kegiatan ini menjadi bagian dari sinergi antara pemerintah daerah dan Habitat Indonesia dalam mendukung penyediaan hunian yang lebih aman, sehat, dan layak bagi masyarakat yang membutuhkan.
Kolaborasi ini difokuskan untuk menjangkau keluarga yang berada pada kelompok desil pendapatan 1 dan 2, perempuan kepala keluarga, serta keluarga yang memiliki anggota penyandang disabilitas. Sepanjang tahun 2026, program ini menargetkan pembangunan dan peningkatan kualitas rumah bagi 101 keluarga dari total 904 keluarga yang menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Sragen.
Kolaborasi tersebut lahir dari kebutuhan yang masih besar terhadap hunian layak di Kabupaten Sragen. Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Sragen, wilayah ini menjadi salah satu daerah dengan tingkat kemiskinan tertinggi di kawasan Solo Raya dan termasuk delapan kabupaten termiskin di Jawa Tengah. Dari total 1.021.435 penduduk, sebanyak 110.650 jiwa atau sekitar 12,41 persen masih hidup di bawah garis kemiskinan.
Tantangan tersebut juga tercermin pada sektor perumahan. Sebanyak 13.945 keluarga dari kelompok desil pendapatan 1 dan 2 masih menempati rumah yang tidak layak huni. Di antaranya terdapat 3.229 rumah tangga yang dikepalai perempuan, 1.912 keluarga dengan anggota penyandang disabilitas, serta 2.151 keluarga yang masih masuk dalam kategori backlog perumahan.
Baca juga: Kolaborasi untuk Hunian Layak: Menjawab Tantangan Backlog Perumahan di Sragen
Untuk menjawab tantangan tersebut, Habitat for Humanity Indonesia menggandeng Pemerintah Kabupaten Sragen melalui skema pendanaan pendamping (match-funding) yang melengkapi Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Melalui skema ini, bantuan pemerintah sebesar Rp20 juta dipadankan dengan dukungan dana sebesar Rp20 juta dari para dermawan Habitat Indonesia, sehingga nilai bantuan yang diterima setiap keluarga menjadi lebih optimal untuk memenuhi standar rumah layak huni.
Dalam pelaksanaannya, keluarga penerima manfaat tidak dibebani kontribusi finansial. Sebagai gantinya, mereka berpartisipasi melalui kontribusi tenaga (sweat equity) selama proses pembangunan rumah. Habitat Indonesia juga memberikan pendampingan secara menyeluruh, mulai dari tahap perencanaan, pengawasan konstruksi, pengelolaan material, hingga memastikan hasil pembangunan sesuai dengan kebutuhan setiap keluarga, termasuk memperhatikan aspek aksesibilitas bagi penyandang disabilitas dan keamanan bagi rumah tangga yang dikepalai perempuan.
Selain peningkatan kualitas fisik rumah, program ini turut memperkuat kapasitas masyarakat melalui pelatihan Building Back Safer (BBS). Pelatihan tersebut membekali keluarga dengan pengetahuan mengenai konstruksi rumah yang lebih aman dan tahan terhadap risiko bencana. Berbagai kegiatan advokasi, seperti lokakarya dan kampanye publik, juga dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya hunian layak yang inklusif dan berkelanjutan.
Melalui kolaborasi ini, Habitat for Humanity Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Sragen berharap semakin banyak keluarga dapat tinggal di rumah yang aman, sehat, dan layak, sekaligus memperkuat upaya bersama dalam mengurangi kemiskinan hunian di Kabupaten Sragen.
(kh/av)





