Nagekeo, 31 Agustus 2026 – Habitat for Humanity Indonesia mulai menyalurkan bantuan darurat bagi keluarga terdampak gempa bumi Flores yang melanda sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur pada 15 Agustus 2026. Bantuan ini menjadi bagian dari langkah awal Habitat Indonesia dalam mendukung pemulihan hunian dan lingkungan tempat tinggal masyarakat terdampak bencana.
Melalui dukungan para donatur, Habitat Indonesia menyalurkan 100 paket Emergency Shelter Kit (ESK) kepada keluarga terdampak di lima desa di Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo. Bantuan tersebut didistribusikan kepada keluarga di Desa Aeramo, Marapokot, Nangadhero, Tonggurambang, dan Waekokak.
Paket bantuan ini disesuaikan dengan kebutuhan keluarga terdampak untuk membersihkan sisa material bangunan dan melakukan perbaikan awal pada rumah, terutama hunian yang mengalami kerusakan ringan hingga sedang. Perlengkapan tersebut diharapkan dapat membantu warga memulai proses pemulihan rumah dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan.
Secara simbolis, Habitat for Humanity Indonesia menyerahkan paket bantuan ESK kepada Pemerintah Kabupaten Nagekeo yang diwakili oleh Wakil Bupati Nagekeo, Gonzalo Gratianus Muga Sada, di Posko BPBD Nagekeo.
“Saya mewakili masyarakat Nagekeo mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan yang diberikan, khususnya bantuan alat pertukangan dan perlengkapan kerja. Bantuan ini sangat dibutuhkan masyarakat untuk membersihkan dan memperbaiki rumah yang terdampak, yang kemudian diharapkan dapat dilanjutkan dengan rehabilitasi dan rekonstruksi rumah warga.” ujar Wakil Bupati Nagekeo, Gonzalo Gratianus Muga Sada.

Simbolis penyerahan 100 paket Emergency Shelter Kit (ESK) kepada Pemerintah Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (31/8). Foto: HFHI/Kevin Herbian
Mendukung Perbaikan Rumah dan Pembersihan Puing
Bantuan yang diberikan disusun berdasarkan kebutuhan keluarga di lapangan. Selain berfungsi sebagai perlindungan sementara, perlengkapan di dalam Emergency Shelter Kit dapat digunakan masyarakat untuk melakukan pembersihan sisa material bangunan sekaligus mendukung perbaikan awal rumah.
Setiap keluarga menerima satu lembar terpal berukuran 2 x 25 meter sebagai perlindungan sementara. Paket tersebut juga dilengkapi dengan sejumlah peralatan pertukangan, seperti palu atau martil ukuran sedang, gergaji kayu, linggis, sekop, cangkul lengkap dengan gagang, serta 2 kilogram paku berukuran 7 cm dan 10 cm.
Untuk mendukung keselamatan warga selama melakukan pekerjaan, setiap paket juga dilengkapi dengan dua tali tambang, enam pasang sarung tangan, satu helm proyek, satu pasang sepatu boots, dan satu kacamata keselamatan.
Penyediaan peralatan tersebut menjadi bagian dari pendekatan Habitat Indonesia untuk memastikan keluarga terdampak tidak hanya mendapatkan bantuan perlindungan sementara, tetapi juga memiliki dukungan awal untuk mulai membersihkan dan memulihkan lingkungan rumah mereka.

Distribusi 100 paket Emergency Shelter Kit (ESK) ke lima desa di Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (31/8). Foto: HFHI/Kevin Herbian
Langkah Awal Menuju Pemulihan Jangka Panjang
Penyaluran Emergency Shelter Kit menjadi bagian awal dari rencana pemulihan Habitat Indonesia di wilayah terdampak gempa Flores. Ke depan, dukungan akan diarahkan pada kebutuhan pemulihan hunian dan lingkungan secara lebih menyeluruh berdasarkan hasil asesmen di lapangan.
Fokus pemulihan mencakup perbaikan dan penguatan struktur bangunan atau retrofitting pada rumah terdampak, terutama untuk meningkatkan keamanan dan ketahanan bangunan terhadap risiko bencana di masa mendatang.
Habitat Indonesia juga akan mendukung pemulihan akses keluarga terhadap air bersih dan sanitasi yang aman, termasuk melalui edukasi dan pelatihan praktik kebersihan serta sanitasi atau Water, Sanitation and Hygiene (WASH).
Selain itu, pendekatan Build Back Safer akan menjadi bagian penting dalam proses pemulihan. Pendekatan ini mendorong agar rumah yang diperbaiki atau dibangun kembali tidak hanya kembali seperti sebelum bencana, tetapi juga lebih aman dan tangguh dalam menghadapi risiko bencana di masa depan.
Dukungan pemulihan juga akan diarahkan pada fasilitas publik yang terdampak, termasuk sekolah dan pos kesehatan masyarakat, sehingga masyarakat dapat kembali memperoleh akses terhadap layanan pendidikan dan kesehatan dasar yang aman dan layak.
Proses pemulihan pascabencana membutuhkan waktu dan dukungan dari berbagai pihak. Karena itu, Habitat for Humanity Indonesia masih membuka kesempatan bagi #SahabatHabitat untuk turut mengambil bagian dalam membantu keluarga terdampak gempa Flores.
Dukungan masyarakat akan membantu memperkuat proses pemulihan, mulai dari penyediaan kebutuhan darurat, pembersihan dan perbaikan rumah, hingga pembangunan kembali hunian yang lebih aman dan tangguh bagi keluarga penyintas.
Mari bersama membantu keluarga terdampak gempa Flores untuk bangkit dan membangun kembali rumah serta kehidupan mereka. Donasi dapat disalurkan melalui transfer atau QRIS pada flyer kampanye di bawah ini.

Penulis: Kevin Herbian
Grafis: Tias Ester Widhari
(kh/av)





