Rumah Layak Huni

Membangun rumah membangun kehidupan

Rumah bukan hanya sekedar bangunan fisik yang dapat melindungi keluarga dari terik matahari, hujan atau terpaan alam dan tempat berlindung, tetapi juga melingkupi suasana kehidupan berinteraksi di dalam rumah itu sendiri yaitu “keluarga” baik dari aspek social, budaya, ekonomi dan kultural. Sehingga rumah menjadi tempat tinggal bersama keluarga; sebuah lingkungan yang menawarkan keamanan, kenyamanan dan kebahagiaan.

Rumah adalah pondasi keluarga dimana, suatu kehidupan berlangsung dalam sebuah bangunan yang memberikan kebahagiaan dan kedamaian kepada orang-orang di dalamnya, tempat yang memberikan keamanan dan kenyamanan secara jasmani dan rohani, tempat bermain dan belajar anak sejak usia dini untuk menggapai prestasi dan masa depan cemerlang, serta meningkatkan taraf hidup keluarga menjadi lebih baik.


Rumah sebagai core pelayanan Habitat for Humanity pada akhirnya memberikan dampak yang luas yaitu:

  • Nilai Sosial: selain adanya peningkatan pada nilai bangunan, melalui pembangungan rumah layak huni menaikan martabat keluarga dalam komunitas.
  • Kesehatan: melalui rumah layak huni memberikan pemahaman kepada keluarga arti hidup sehat, sehingga rumah serta lingkungan bersih mengurangi kerentanan terhadap penyakit yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan.
  • Aset Bernilai: rumah menjadi harta milik pribadi yang bernilai tinggi.
  • Komunitas Sejahtera: dengan adanya rumah layak huni terjadi perubahan gaya hidup, sehingga memberikan dampak kepada lingkungannya yang lebih sehat, bersih dan nyaman.
  • Pendidikan: melalui rumah layak huni anak-anak mempunyai tempat yang lebih aman dan nyaman untuk belajar “rumahku tempat belajarku”.
  • Keamanan: melalui rumah yang layak memberikan privasi dan keamanan bagi keluarga yang lebih terjamin dibandingkan rumah sebelumnya..

Saatnya Mengembalikan Kebaikan 

“Saya tidak akan merasa kelelahan kalau saya menjalankan semuanya dengan ikhlas,” demikian diyakini oleh Dwi Ratna Sari (21 tahun). Inilah yang senantiasa menjadi prinsip bagi mahasiswi PGMI STAI Al Azzar yang dalam menjalankan aktivitas dan setiap pilihannya akhir-akhir ini. 

Dwi merupakan anak dari Senen (73 tahun) dan Sutra (61 tahu) yang rumahnya dibangun oleh Habitat Indonesia di Yogyakarta. Setelah kedua orangtuanya menyelesaikan renovasi rumah mereka, Dwi membuka rumah mereka untuk dijadikan tempat belajar bagi anak-anak tetangga di sekitarnya. Ia mengajar anak-anak tanpa dipungut biaya, membantu anak-anak menjalankan kewajiban akademis mereka sepanjang minggu. 

Sesi belajar gratis yang diadakan sore hari ini merupakan salah satu kesibukan Dwi. Setiap pagi, Ia juga menjadi guru pengganti di Madrasah Iptidaiyah Miftahul Ullum Dawar Blandong, Mojokerto. Setiap hari Jumat hingga Minggu ia menghadiri kelas di universitasnya. “Kadang-kadang saya merasa lelah: pagi di MI dan siang di kampus, sore mengajar anak-anak. Tetapi saya mengatasi kelelahan saya dengan bersemangat dan menikmati panggilan sebagai pengajar dan juga untuk mengedukasi diri sendir,” jelasnya. 

Bagi Dwi, tidak ada waktu untuk duduk diam dan berpikir mengenai kehidupan. Setiap detik bermanfaat untuk melakukan sesuatu bagi orang lain, keluarganya, dan dirinya sendir. “Keluarga kami sudah menerima banyak kebaikan, termasuk rumah ini, saatnya mengembalikan kebaikan kepada orang lain dengan ikhlas” ujar Dwi. 

0
Total Keluarga

Gedung Hajadi lantai 2 & 3
Jl. Palmerah Utara No.46, RW.16, Palmerah,
Kec. Palmerah, Kota Jakarta Barat, DKI Jakarta 11480
info@habitatindonesia.org
+6221 2205 6431

Gedung Hajadi lantai 2 & 3
Jl. Palmerah Utara No.46, RW.16, Palmerah,
Kec. Palmerah, Kota Jakarta Barat, DKI Jakarta 11480
info@habitatindonesia.org
+6221 2205 6431