Tangerang, 22 Juli 2026 – Apa jadinya jika ratusan mahasiswa asal Korea Selatan berbondong-bondong datang ke Indonesia, bukan untuk berlibur, melainkan menghabiskan waktu mereka membangun rumah layak huni bagi keluarga yang membutuhkan?
Pemandangan itulah yang terlihat di Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, ketika semangat gotong royong melampaui batas negara dan bahasa, membuktikan bahwa kepedulian dapat menyatukan siapa saja.
Selama enam hari, pada 13–18 Juli 2026, sebanyak 120 relawan gabungan yang terdiri dari mahasiswa Korea Selatan dan mahasiswa Universitas Indonesia terlibat langsung dalam pembangunan delapan rumah layak huni bagi delapan keluarga. Mulai dari membangun pondasi, mengikat besi untuk struktur bangunan, hingga memasang dinding, seluruh proses dilakukan bersama-sama di bawah pendampingan tim konstruksi Habitat for Humanity.
Kegiatan bertajuk “Happy Move” ini merupakan bagian dari program Global Village, hasil kolaborasi antara Habitat for Humanity Korea dan Habitat for Humanity Indonesia yang didukung oleh Hyundai Motor Group. Teriknya matahari dan pekerjaan fisik yang cukup berat tidak menyurutkan semangat para relawan. Justru dari setiap adukan semen, pemasangan bata, hingga tawa yang dibagikan bersama warga, tumbuh pengalaman yang sulit dilupakan.
Bagi Lee, salah satu relawan asal Korea Selatan, pengalaman tersebut menjadi kunjungan pertamanya ke Indonesia sekaligus kesempatan berharga untuk mengenal masyarakat secara lebih dekat. “Ini kunjungan pertama saya ke Indonesia. Saya sangat senang bisa berada di sini. Masyarakat menyambut kami dengan sangat hangat dan ramah. Sambutan itu membuat kami semakin bersemangat untuk ikut membangun dan berbagi kebaikan bersama,” ungkap Lee.
Semangat yang sama juga dirasakan Sekar, mahasiswa Universitas Indonesia yang bergabung sebagai relawan. Baginya, melihat langsung kondisi rumah-rumah warga memberikan pemahaman bahwa masih banyak keluarga yang membutuhkan dukungan untuk memiliki tempat tinggal yang aman. “Setelah melihat langsung lingkungan dan kondisi rumah di sini, saya merasa keluarga-keluarga ini memang sangat layak mendapatkan bantuan. Sebagian besar mengalami keterbatasan ekonomi, sehingga sulit memperbaiki rumah mereka sendiri,” ujarnya.
Baca juga: Foto: 30 Relawan BOSCH Bangun Akses Air Bersih untuk 40 Rumah di Bekasi
Delapan keluarga penerima manfaat dalam program ini berasal dari kelompok masyarakat dengan pendapatan desil 1 dan 2. Sebagian besar bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan harian yang umumnya tidak melebihi Rp100.000,-. Kondisi tersebut membuat impian memiliki rumah yang layak sering kali harus tertunda karena kebutuhan sehari-hari menjadi prioritas utama.
Karena itu, bagi para relawan, setiap pekerjaan yang mereka lakukan bukan sekadar membangun dinding atau memasang pondasi, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi keluarga penerima manfaat. “Kami berharap apa yang kami lakukan di sini dapat membantu meningkatkan kualitas hidup keluarga penerima manfaat melalui hadirnya rumah yang lebih layak,” kata Sekar.
Lee pun berharap rumah-rumah yang mereka bangun dapat menjadi awal kehidupan yang lebih baik bagi setiap keluarga. “Kami berharap setelah rumah ini selesai dibangun, setiap keluarga dapat memulai babak baru dalam hidup mereka dengan rasa aman dan penuh harapan,” tuturnya.
Harapan tersebut begitu dirasakan oleh Suheni, salah satu penerima manfaat yang tak kuasa menyembunyikan rasa harunya melihat rumah impiannya mulai berdiri. “Saya enggak bisa berkata apa-apa, benar-benar terharu. Terima kasih banyak sudah membantu keluarga saya,” ucap Suheni.
Kebahagiaan itu kemudian dirayakan melalui seremoni penyerahan kunci rumah layak huni yang diselenggarakan pada 17 Juli 2026. Secara simbolis, kunci rumah diserahkan oleh Won Sung Hong, Head of Department Corporate Affairs Team of Hyundai Motor Company Asia Pacific, kepada delapan keluarga pemilik rumah. Suasana semakin hangat dengan pertunjukan seni yang menampilkan budaya Indonesia dan Korea Selatan sebagai wujud persahabatan serta pertukaran budaya antara kedua negara.
Semangat berbagi tidak berhenti di lokasi pembangunan rumah. Pada hari terakhir kegiatan, 18 Juli 2026, para relawan mengunjungi siswa-siswi MI Nurul Iman untuk berbagi keceriaan melalui berbagai aktivitas edukatif, mulai dari membuat kerajinan tangan, belajar mencuci tangan dengan benar, hingga memainkan permainan tradisional bersama.
Melalui Global Village Program, pembangunan rumah menjadi lebih dari sekadar proses konstruksi. Program ini menghadirkan ruang bagi relawan dari berbagai negara untuk belajar, bekerja sama, dan membangun hubungan dengan masyarakat setempat. Dari setiap rumah yang berdiri, lahir pula persahabatan lintas budaya, semangat gotong royong, dan harapan bahwa kepedulian yang dibangun bersama mampu menghadirkan masa depan yang lebih baik bagi banyak keluarga.
Foto & Penulis: HFHI/Kevin Herbian
(kh/av)















