Gresik, 1 Agustus 2026 – Habitat for Humanity Indonesia menerima penghargaan dari Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), atas kontribusinya dalam mendukung pengentasan permukiman kumuh terpadu di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian peresmian kawasan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tematik Pengentasan Permukiman Kumuh Terpadu (TPKT) Tahun Anggaran 2025 yang berlangsung pada Sabtu, 1 Agustus 2026.
Apresiasi tersebut menjadi pengakuan atas kolaborasi Habitat for Humanity Indonesia bersama Pakuwon Group dalam mendukung penataan kawasan melalui pembangunan 21 rumah layak huni, penyelenggaraan pelatihan rumah sehat dan konstruksi dasar bagi 99 warga, serta pembangunan gerbang kawasan relokasi sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih aman, sehat, dan tertata.
Kontribusi Habitat Indonesia merupakan bagian dari program penataan permukiman terpadu yang diinisiasi pemerintah untuk mengatasi kawasan kumuh melalui kolaborasi lintas sektor. Di Desa Campurejo, penataan dilakukan pada kawasan pesisir seluas 7,11 hektare yang dihuni sekitar 1.152 jiwa. Selain pembangunan rumah, kawasan tersebut kini dilengkapi dengan berbagai infrastruktur dasar, mulai dari jalan lingkungan, drainase, jaringan air bersih, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), tandon air, hingga fasilitas pengelolaan sampah berbasis Reduce, Reuse, Recycle (3R).
Dalam sambutannya, Menko AHY menegaskan bahwa penataan kawasan tidak dapat dilakukan secara terpisah, melainkan membutuhkan sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan berbagai mitra pembangunan agar mampu menghadirkan perubahan yang berkelanjutan bagi masyarakat. “Penataan kawasan harus menghadirkan lingkungan yang semakin maju, semakin sejahtera, dan semakin asri. Semua itu dimulai dari rumah dan keluarga sebagai fondasi kehidupan masyarakat,” ujar AHY.
Program di Desa Campurejo juga menjadi contoh penerapan skema pendanaan hibrida (hybrid financing) yang menggabungkan pendanaan pemerintah melalui DAK TPKT dengan dukungan Corporate Social Responsibility (CSR) dari sektor swasta. Dari total 166 unit rumah yang ditangani, sebanyak 145 unit dibangun melalui pendanaan DAK TPKT, sementara 21 unit rumah lainnya direalisasikan melalui dukungan Habitat for Humanity Indonesia bersama Pakuwon Group. Kolaborasi ini menunjukkan bagaimana kemitraan lintas sektor mampu mempercepat penyediaan hunian layak sekaligus mendorong penataan kawasan secara menyeluruh.

Foto rumah layak huni yang dibangun oleh Habitat for Humanity Indonesia bersama Pakuwon Group di Desa Campurejo, Kabupaten Gresik. Foto: Istimewa
Baca juga: Habitat for Humanity Indonesia Terima Penghargaan dari Kementerian PUPR
Saat meninjau kawasan, AHY juga memastikan sejumlah fasilitas dasar telah berfungsi dengan baik, termasuk jaringan air bersih yang kini dapat dimanfaatkan oleh warga. Menurutnya, perubahan yang terjadi di Desa Campurejo tidak hanya terlihat dari rumah-rumah yang berdiri lebih layak, tetapi juga dari lingkungan yang kini lebih tertata dan nyaman untuk dihuni.
“Perubahannya terlihat nyata. Bukan hanya rumah yang dibangun, tetapi juga lingkungan dan fasilitas pendukungnya sehingga kawasan ini menjadi lebih nyaman untuk ditinggali,” kata AHY.
Perubahan tersebut turut dirasakan Imam Ansori, salah seorang nelayan sekaligus pemilik rumah. Setelah bertahun-tahun tinggal di rumah dengan atap yang bocor, kini ia dan keluarganya dapat menikmati tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman. “Dulu setiap hujan kami selalu cemas karena air masuk dari atap yang bocor. Sekarang kami bisa tinggal lebih tenang. Rumah ini benar-benar mengubah kehidupan keluarga kami,” ujar Imam Ansori.
Penghargaan dari Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia menjadi apresiasi atas kontribusi Habitat for Humanity Indonesia dalam mendukung penataan kawasan permukiman secara terpadu. Melalui kolaborasi bersama pemerintah dan sektor swasta, Habitat Indonesia terus mendorong terwujudnya hunian yang layak, lingkungan yang sehat, serta kualitas hidup yang lebih baik bagi keluarga-keluarga yang membutuhkan.
(kh/av)





