Sibolga, 5 Januari 2026 – Bencana banjir bandang, tanah longsor, dan cuaca ekstrem yang melanda bagian utara Pulau Sumatera sejak akhir November 2025 telah meninggalkan duka mendalam. Jutaan warga terpaksa mengungsi setelah rumah mereka hancur diterjang material longsor dan luapan sungai. Menanggapi krisis ini, Habitat for Humanity Indonesia menyerukan aksi solidaritas nasional untuk membantu proses pemulihan hunian bagi keluarga terdampak, khususya di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah.
Berdasarkan laporan Rapid Assessment yang dilakukan Tim Rapid Assessment Habitat Indonesia pada periode 11–21 Desember 2025, tercatat 633 unit rumah rusak, dengan 311 di antaranya mengalami kerusakan berat yang membuat warga kehilangan tempat bernaung yang aman. Kondisi penyintas banjir dan longsor di Sibolga kini memasuki fase kritis. Laporan terbaru Joint Needs Assessment (JNA) 2025 mengungkapkan bahwa lebih dari 57% total rumah warga yang terdampak sudah tidak aman lagi untuk ditinggali. Habitat for Humanity Indonesia kini menyerukan tindakan segera dari seluruh lapisan masyarakat untuk membantu ribuan jiwa yang kehilangan tempat tinggal dan akses kesehatan dasar.
Krisis Kemanusiaan di Tengah Reruntuhan
Saat ini, diperkirakan 7.276 jiwa mengungsi. Wilayah Sibolga Selatan dan Sibolga Utara menjadi titik paling kritis, di mana ratusan rumah di lereng perbukitan dan bantaran sungai mengalami kerusakan struktural serius.
“Rumah bukan sekadar bangunan, ia adalah benteng perlindungan terakhir bagi sebuah keluarga. Di Sibolga, benteng itu runtuh bagi ratusan keluarga,” ujar Arwin Soelaksono, Program Director Habitat for Humanity Indonesia. “Kami hadir di lapangan tidak hanya untuk mendata kerusakan, tetapi untuk memastikan bahwa mereka bisa kembali ke rumah yang lebih aman, lebih layak, dan lebih tangguh terhadap bencana di masa depan.”
Langkah Nyata Habitat Indonesia di Lapangan
Habitat Indonesia telah menyusun rencana respon kemanusiaan tahun pertama yang berfokus pada:
- Distribusi Recovery Shelter Kit (aneka alat menukang untuk perbaikan rumah): Menargetkan bantuan kepada 1.000 keluarga.
- Perbaikan Hunian: Melakukan repair dan retrofitting (penguatan struktur) untuk 500 rumah.
- Pemulihan Water, Sanitation, and Hygiene (WASH): Menyediakan akses air bersih, layanan sanitasi, serta pelatihan praktik membangun kembali dengan lebih aman (build back safer).
- Dukungan di bidang Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI): Memastikan kelompok rentan (perempuan kepala rumah tangga, lansia, dan disabilitas) mendapatkan akses pasar dan bantuan tunai secara aman dan inklusif.
Panggilan Kemanusiaan: Mari Membangun Kembali
Pemulihan pascabencana membutuhkan sumber daya yang besar. Habitat for Humanity Indonesia mengajak sektor swasta, komunitas, dan individu untuk berkontribusi dalam misi kemanusiaan ini. Setiap dukungan yang diberikan akan disalurkan langsung untuk pengadaan material bangunan, alat pertukangan, dan pendampingan teknis pembangunan hunian yang aman.
Habitat for Humanity Indonesia mengajak Anda untuk mewujudkan harapan warga Sibolga melalui laman kitabisa.com/bangunharapansibolga atau melalui rekening donasi resmi Habitat for Humanity Indonesia: Bank BCA: 210-3002-958 (Habitat Kemanusiaan Ind Yay)
Mohon tambahkan angka ’26’ di akhir nominal donasi Anda (contoh: IDR 100.026) untuk membantu kami mengidentifikasi kontribusi Anda.
“Kami mengundang seluruh lapisan masyarakat untuk menjadi bagian dari solusi. Dengan donasi Anda, kita tidak hanya memberikan atap, tetapi memberikan harapan baru bagi warga Sibolga untuk membangun dan menata kembali masa depan mereka,” tambah Arwin.
Penulis: Astridinar Vania
(av/kh)





