logotype
Donate

Kategori: Kabar Habitat

HFHI – Tanjung Kait
Kabar Habitat

Habitat for Humanity Indonesia dan Pemkab Tangerang Resmikan Revitalisasi Tanjung Kait untuk Masyarakat Pesisir

Tangerang, 13 Februari 2026 – Habitat for Humanity Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Tangerang dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) secara resmi melaksanakan acara Serah Terima Program Revitalisasi Tanjung Kait yang berlangsung di Kampung Tanjung Kait, Desa Tanjung Anom, Kecamatan Mauk, pada Jumat (13/2). Acara ini diresmikan langsung oleh Direktur Nasional Habitat for Humanity Indonesia Handoko Ngadiman, Bupati Kabupaten Tangerang Drs. Moch. Maesyal Rasyid, M.Si., serta perwakilan dari Kementerian PKP.

Program Revitalisasi Kampung Tanjung Kait merupakan inisiatif kolaboratif multipihak yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat pesisir, khususnya keluarga nelayan berpenghasilan rendah, melalui penyediaan hunian layak, akses kepemilihan lahan, serta pembangunan infrastruktur dasar yang mendukung kehidupan yang lebih sehat dan aman. Program ini menjangkau sekitar 110 keluarga yang sebelumnya tinggal dalam kondisi permukiman yang tidak layak, dengan keterbatasan akses terhadap air bersih, sanitasi, dan fasilitas dasar lainnya.

Melalui program ini, masyarakat tidak hanya mendapatkan rumah layak huni yang dirancang lebih aman dan tahan terhadap risiko lingkungan pesisir, tetapi juga memperoleh kepastian hak atas tanah melalui skema pembiayaan yang difasilitasi bersama mitra, serta dukungan selama masa pembangunan. Pembangunan kawasan juga dilengkapi dengan infrastruktur pendukung seperti jalan lingkungan, drainase, jaringan air bersih, fasilitas umum, dan ruang komunal yang mendorong kehidupan masyarakat yang lebih sehat dan produktif.

Sejak dimulai pada 2021 melalui pendekatan partisipatif yang melibatkan warga, pemerintah daerah, Koperasi Mitra Dhuafa (Komida), Selavip, PT. Lautan Luas Tbk, BMI Monier, PT Avia Avian Tbk, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, dan PT Prudential Life Assurance, revitalisasi ini menjadi simbol transformasi kawasan pesisir yang sebelumnya tergolong kumuh menjadi lingkungan permukiman yang tertata, aman, dan berkelanjutan. Program ini juga menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk memastikan masyarakat memiliki tempat tinggal yang layak sekaligus meningkatkan kesejahteraan sosial dan ekonomi mereka.

Baca juga: Semangat Perempuan Tangguh di Balik Revitalisasi Kampung Tanjung Kait

Direktur Nasional Habitat for Humanity Indonesia, Handoko Ngadiman, menyampaikan bahwa program ini merupakan kolaborasi yang berangkat dari kebutuhan masyarakat.

“Melihat keluarga-keluarga di Tanjung Kait kini memiliki rumah yang aman dan kepastian tempat tinggal adalah kebahagiaan tersendiri bagi kami. Kami berharap revitalisasi ini menjadi fondasi yang kuat bagi masyarakat Tanjung Kait untuk terus berkembang menata masa depan yang lebih baik. Dengan lingkungan yang lebih sehat dan akses infrastruktur yang lebih baik, kami percaya perubahan positif ini akan menghadirkan rasa aman dan martabat bagi setiap penerima bantuan rumah layak huni. Kami juga ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh mitra yang secara aktif terlibat dalam revitalisasi ini,” ujar Handoko Ngadiman.

Bupati Kabupaten Tangerang, Drs. Moch. Maesyal Rasyid, M.Si., menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat pesisir, khususnya para nelayan yang menjadi bagian penting dalam perekonomian daerah. Revitalisasi ini sejalan dengan visi pembangunan wilayah yang berkelanjutan dan inklusif, dengan menghadirkan lingkungan hunian yang sehat, aman, dan tertata.

Dengan selesainya pembangunan dan dilaksanakannya serah terima ini, masyarakat Kampung Tanjung Kait kini memiliki awal baru, lingkungan yang lebih layak huni, lebih aman, dan memberikan harapan baru bagi generasi mendatang. Revitalisasi ini juga diharapkan dapat menjadi model percontohan bagi penataan kampung-kampung pesisir di berbagai daerah lainnya, sehingga semakin banyak keluarga yang dapat merasakan manfaat dari hunian yang layak, lingkungan yang sehat, dan kehidupan yang lebih sejahtera.

Foto & Penulis: HFHI/Syefira Salsabilla

(kh/av)

HFHI – DR Sumatera
Kabar Habitat

Menjangkau 676 Keluarga, Habitat Indonesia Dampingi Pemulihan Pascabencana di Sumatera Utara

Tapanuli Tengah, 10 Februari 2026 – Habitat for Humanity Indonesia terus mendampingi keluarga terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Memasuki fase pasca tanggap darurat, fokus kini beralih pada pemulihan lingkungan dan perbaikan hunian, agar masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan dengan lebih aman dan layak.

Pada 31 Januari 2026, tim Habitat Indonesia melanjutkan distribusi community shelter kit yang menjangkau 170 kepala keluarga di Kelurahan Tukka, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah. Bantuan ini difokuskan pada penyediaan kereta sorong untuk mempercepat pembersihan puing, mengangkut sisa material bencana, sekaligus mendukung semangat gotong royong warga dalam menata kembali lingkungan dan fasilitas publik skala kecil.

Penyaluran tersebut melengkapi bantuan yang telah diberikan sebelumnya. Hingga akhir Januari 2026, total 676 keluarga di empat kecamatan di Kota Sibolga dan satu kecamatan di Kabupaten Tapanuli Tengah telah menerima dukungan berupa family shelter kit maupun community shelter kit.

Menurut Handoko Ngadiman, National Director Habitat for Humanity Indonesia, distribusi ini menjadi langkah awal dari komitmen jangka panjang Habitat Indonesia di Sumatera Utara. Melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah, proses pemulihan dirancang berjalan seiring dengan upaya mitigasi risiko bencana. “Fokus kami bukan hanya membangun kembali rumah, tetapi juga memperkuat ketangguhan komunitas agar lebih siap menghadapi bencana di masa depan,” ujarnya.

Baca juga: Habitat for Humanity Indonesia Salurkan Bantuan Shelter Kit dan Aneka Alat Pembersihan Puing di Sumatera Utara

Sejak 10 Desember 2025, tim Habitat Indonesia secara konsisten melakukan rapid assessment yang dilanjutkan dengan in-depth assessment untuk memetakan kebutuhan para penyintas, khususnya rumah dengan kerusakan ringan hingga sedang. Hasil kajian ini menjadi dasar pelaksanaan program perbaikan dan retrofitting bagi 500 rumah dalam dua tahun ke depan guna meningkatkan keamanan struktur hunian.

Ke depan, Habitat Indonesia juga merencanakan pembangunan kembali rumah bagi keluarga yang kehilangan tempat tinggal akibat kerusakan berat. Upaya ini sekaligus mendorong pemberdayaan perempuan, dengan melibatkan para ibu sebagai penggerak utama dalam proses perbaikan dan pembangunan rumah, sehingga mereka memiliki peran penting dalam membangun kembali kehidupan keluarga dan komunitasnya.

Seluruh langkah ini dapat terwujud berkat dukungan para dermawan, mitra, dan berbagai pihak yang terus bergandeng tangan bersama Habitat for Humanity Indonesia. Habitat Indonesia masih membuka kesempatan bagi #SahabatHabitat yang ingin ikut ambil bagian dalam upaya pemulihan pascabencana di Sibolga dan sekitarnya. Dukungan Anda akan membantu lebih banyak keluarga mendapatkan rumah yang aman, layak, dan tangguh.

Salurkan bantuan melalui: kitabisa.com/campaign/bangunharapansibolga

Foto: HFHI/Budi Ariyanto

Penulis: Kevin Herbian

(kh/av)

HFHI – DR Sumatera
Kabar Habitat

Habitat for Humanity Indonesia Salurkan Bantuan Shelter Kit dan Aneka Alat Pembersihan Puing di Sumatera Utara

Sibolga, 21 Januari 2026 – Habitat for Humanity Indonesia bergerak cepat dalam fase pemulihan pascabencana banjir dan longsor yang melanda Sumatera Utara pada akhir 2025. Melalui dukungan para donatur, Habitat Indonesia menyalurkan bantuan berupa 200 paket Shelter Kits & Rubble Removal dari total target 1000 paket untuk keluarga terdampak di wilayah Sibolga, Tapanuli Tengah, dan sekitarnya. Aksi kemanusiaan ini terwujud berkat dukungan dana dari para donatur.

Momentum distribusi bantuan ini juga diperkuat dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Habitat for Humanity Indonesia dengan Kota Sibolga yang diwakili oleh Akhmad Syukri Nazry Penarik, S.Pd., M.H., selaku Walikota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah, yang diwakili oleh Masinton Pasaribu, S.H., selaku Bupati Tapanuli Tengah. Kerja sama resmi ini dilakukan untuk mensinergikan data penerima manfaat serta memastikan bahwa proses pemulihan fisik rumah warga berjalan selaras dengan rencana tata ruang dan mitigasi bencana pemerintah daerah. Dengan dukungan legalitas ini, Habitat Indonesia mendapatkan akses lebih luas dalam mengoordinasikan bantuan teknis dan logistik di lapangan.

Distribusi bantuan dipimpin langsung oleh Handoko Ngadiman, National Director Habitat for Humanity Indonesia, dan Arwin Soelaksono, Program Director Habitat for Humanity Indonesia guna memastikan perlengkapan diterima langsung oleh keluarga yang membutuhkan untuk memulai perbaikan hunian secara mandiri.

Dukungan Aneka Alat Bantu Perbaikan Rumah dan Pembersihan Puing

Berdasarkan kebutuhan di lapangan, paket yang dibagikan mencakup perlengkapan teknis untuk perbaikan rumah dan pembersihan sisa material banjir (rubble removal). Setiap keluarga menerima:

  • Material Pelindung: 2 lembar terpal ukuran 4×6 meter dan 15 lembar karung kapasitas 50 kg.
  • Perangkat Pertukangan: Palu/martil sedang, gergaji kayu, linggis, sekop, cangkul lengkap dengan gagang, serta 2 kg paku (ukuran 7 cm dan 10 cm).
  • Alat Keamanan Kerja: 3 rol tali tambang, 1 lusin sarung tangan, serta masing-masing 2 buah helm proyek, sepatu boot, dan kacamata safety untuk menjamin keselamatan warga saat bekerja.

Selain bantuan per keluarga, Habitat juga menyediakan Community Shelter Kit yang mencakup peralatan bersama seperti kereta sorong (wheelbarrow) sebanyak 5 unit per kelompok untuk mempercepat pembersihan lingkungan.

Baca juga: Ribuan Warga Sibolga Kehilangan Tempat Tinggal Akibat Banjir dan Longsor: Habitat for Humanity Indonesia Ajak Publik Bergerak Pulihkan Rumah Layak Huni

Program Dua Tahun Pasca Bencana

Penyaluran shelter kit ini menandai dimulainya komitmen jangka panjang Habitat Indonesia selama satu tahun ke depan yang berfokus kepada perbaikan rumah dan retrofitting serta pembangunan hunian baru pada tahun kedua.

  1. Perbaikan rumah dan retrofitting untuk 500 rumah rusak ringan dan rusak sedang, yang merupakan perbaikan dan perkuatan struktur rumah agar lebih aman dari ancaman bencana di masa depan.
  2. Bagi warga yang rumahnya rusak berat, pembangunan kembali rumah bagi warga yang kehilangan tempat tinggal pada tahun kedua
  3. Pemberdayaan perempuan di bidang pembangunan kembali untuk mendorong peran perempuan sebagai penggerak pembangunan kembali pasca bencana. Program ini menitikberatkan pada keterlibatan ibu-ibu dalam memimpin proses pemulihan dan pembangunan rumah bagi keluarga mereka. Secara khusus, program ini mendorong perempuan sebagai penggerak utama pembangunan.

“Distribusi shelter kit ini hanyalah langkah awal dari komitmen jangka panjang kami di Sumatera Utara. Melalui kolaborasi strategis dengan Pemerintah Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah, kami memastikan bahwa proses pemulihan ini tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan selaras dengan mitigasi bencana daerah. Fokus kami adalah keberlanjutan; kami tidak hanya membangun kembali fisik bangunan, tetapi juga membangun ketangguhan komunitas—terutama peran perempuan—agar mereka mampu menjaga dan mewariskan hunian yang lebih aman bagi generasi mendatang,” ujar Handoko Ngadiman, National Director Habitat for Humanity Indonesia.

Habitat for Humanity Indonesia meyakini bahwa keterlibatan aktif perempuan sangat krusial dalam keberlanjutan pemulihan pascabencana. Sebagai sosok yang paling memahami kebutuhan domestik dan keamanan anggota keluarganya, perempuan memiliki ketelitian serta ketahanan emosional yang tinggi dalam mengelola perbaikan hunian. Dengan menempatkan perempuan sebagai pengambil keputusan dalam proses pembangunan, rumah yang dihasilkan tidak hanya menjadi bangunan fisik yang kokoh, tetapi juga menjadi ruang yang lebih aman, inklusif, dan tangguh bagi seluruh anggota keluarga di masa depan.

Habitat for Humanity Indonesia masih membuka kesempatan bagi #SahabatHabitat yang ingin turut mengambil bagian dalam upaya pemulihan pascabencana di Sibolga dan sekitarnya. Dukungan dari masyarakat luas akan memperkuat langkah pemulihan jangka panjang, mulai dari perbaikan rumah hingga pembangunan hunian yang lebih aman dan tangguh bagi keluarga penyintas. Uluran tangan dapat disalurkan melalui kampanye donasi di kitabisa.com/campaign/bangunharapansibolga, sebagai wujud solidaritas untuk membantu keluarga bangkit dan membangun kembali harapan mereka.

Foto: HFHI/Budi Ariyanto

Penulis: Astridinar Vania

(as/kh)

HFHI – Sibolga
Kabar Habitat

Ribuan Warga Sibolga Kehilangan Tempat Tinggal Akibat Banjir dan Longsor; Habitat for Humanity Indonesia Ajak Publik Bergerak Pulihkan Rumah Layak Huni

Sibolga, 5 Januari 2026 – Bencana banjir bandang, tanah longsor, dan cuaca ekstrem yang melanda bagian utara Pulau Sumatera sejak akhir November 2025 telah meninggalkan duka mendalam. Jutaan warga terpaksa mengungsi setelah rumah mereka hancur diterjang material longsor dan luapan sungai. Menanggapi krisis ini, Habitat for Humanity Indonesia menyerukan aksi solidaritas nasional untuk membantu proses pemulihan hunian bagi keluarga terdampak, khususya di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah.

Berdasarkan laporan Rapid Assessment yang dilakukan Tim Rapid Assessment Habitat Indonesia pada periode 11–21 Desember 2025, tercatat 633 unit rumah rusak, dengan 311 di antaranya mengalami kerusakan berat yang membuat warga kehilangan tempat bernaung yang aman. Kondisi penyintas banjir dan longsor di Sibolga kini memasuki fase kritis. Laporan terbaru Joint Needs Assessment (JNA) 2025 mengungkapkan bahwa lebih dari 57% total rumah warga yang terdampak sudah tidak aman lagi untuk ditinggali. Habitat for Humanity Indonesia kini menyerukan tindakan segera dari seluruh lapisan masyarakat untuk membantu ribuan jiwa yang kehilangan tempat tinggal dan akses kesehatan dasar.

Krisis Kemanusiaan di Tengah Reruntuhan

Saat ini, diperkirakan 7.276 jiwa mengungsi. Wilayah Sibolga Selatan dan Sibolga Utara menjadi titik paling kritis, di mana ratusan rumah di lereng perbukitan dan bantaran sungai mengalami kerusakan struktural serius.

“Rumah bukan sekadar bangunan, ia adalah benteng perlindungan terakhir bagi sebuah keluarga. Di Sibolga, benteng itu runtuh bagi ratusan keluarga,” ujar Arwin Soelaksono, Program Director Habitat for Humanity Indonesia. “Kami hadir di lapangan tidak hanya untuk mendata kerusakan, tetapi untuk memastikan bahwa mereka bisa kembali ke rumah yang lebih aman, lebih layak, dan lebih tangguh terhadap bencana di masa depan.”

Langkah Nyata Habitat Indonesia di Lapangan

Habitat Indonesia telah menyusun rencana respon kemanusiaan tahun pertama yang berfokus pada:

  • Distribusi Recovery Shelter Kit (aneka alat menukang untuk perbaikan rumah): Menargetkan bantuan kepada 1.000 keluarga.
  • Perbaikan Hunian: Melakukan repair dan retrofitting (penguatan struktur) untuk 500 rumah.
  • Pemulihan Water, Sanitation, and Hygiene (WASH): Menyediakan akses air bersih, layanan sanitasi, serta pelatihan praktik membangun kembali dengan lebih aman (build back safer).
  • Dukungan di bidang Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI): Memastikan kelompok rentan (perempuan kepala rumah tangga, lansia, dan disabilitas) mendapatkan akses pasar dan bantuan tunai secara aman dan inklusif.

Panggilan Kemanusiaan: Mari Membangun Kembali

Pemulihan pascabencana membutuhkan sumber daya yang besar. Habitat for Humanity Indonesia mengajak sektor swasta, komunitas, dan individu untuk berkontribusi dalam misi kemanusiaan ini. Setiap dukungan yang diberikan akan disalurkan langsung untuk pengadaan material bangunan, alat pertukangan, dan pendampingan teknis pembangunan hunian yang aman.

Habitat for Humanity Indonesia mengajak Anda untuk mewujudkan harapan warga Sibolga melalui laman kitabisa.com/bangunharapansibolga atau melalui rekening donasi resmi Habitat for Humanity Indonesia: Bank BCA: 210-3002-958 (Habitat Kemanusiaan Ind Yay)

Mohon tambahkan angka ’26’ di akhir nominal donasi Anda (contoh: IDR 100.026) untuk membantu kami mengidentifikasi kontribusi Anda.

“Kami mengundang seluruh lapisan masyarakat untuk menjadi bagian dari solusi. Dengan donasi Anda, kita tidak hanya memberikan atap, tetapi memberikan harapan baru bagi warga Sibolga untuk membangun dan menata kembali masa depan mereka,” tambah Arwin.

Penulis: Astridinar Vania

(av/kh)

HFHI – 2025
Kabar Habitat

Menutup Perjalanan 2025: Terima Kasih Telah Membangun Harapan Bersama

Jakarta, 31 Desember 2025 — Menjelang akhir perjalanan panjang di tahun 2025, Habitat for Humanity Indonesia ingin menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada para donatur, mitra, lembaga, sukarelawan, dan setiap individu yang telah berjalan berdampingan bersama kami sepanjang tahun ini.

Terima kasih atas waktu yang telah Anda bagikan. Atas energi yang telah Anda curahkan. Atas sumber daya yang ditawarkan dengan hati yang tulus. Di atas segalanya, terima kasih karena telah mempercayai visi sederhana namun kuat, bahwa setiap keluarga berhak mendapatkan tempat tinggal yang layak.

Setiap langkah yang diambil tahun ini lebih dari sekadar aktivitas. Setiap rumah yang kini berdiri tegak lebih dari sekadar bangunan. Setiap cerita yang kami dengar lebih dari sekadar laporan. Masing-masing adalah jejak kebaikan — sebuah warisan yang menetap dalam kehidupan keluarga-keluarga yang kini memiliki ruang aman untuk tumbuh, pulih, dan merencanakan masa depan yang lebih baik.

Saat kami menoleh ke belakang dan menelusuri kembali jalan kami sepanjang tahun 2025, kami menyadari bahwa dampak kolektif dari tindakan kita telah menjangkau jauh melampaui apa yang terlihat oleh mata.

Sejak tahun 1997 Habitat for Humanity hadir di Indonesia, kerja kolaboratif ini telah membantu 219.704 keluarga mencapai stabilitas, kemandirian, dan kesejahteraan. Sebanyak 39.870 rumah layak huni telah dibangun, menghadirkan keamanan yang telah lama dinantikan bagi ribuan keluarga.

Selain hunian, kami juga memperluas akses sanitasi dan air bersih. Sebanyak 31.842 fasilitas sanitasi yang memadai dan berbagai sumber air bersih kini telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari banyak keluarga. Sementara itu, 787 fasilitas umum telah dibangun untuk memperkuat komunitas lokal.

Di balik angka-angka ini, terdapat tangan-tangan tak terhitung jumlahnya yang bekerja tanpa lelah di Indonesia selama lebih dari 28 tahun. Ada 54.747 sukarelawan Habitat yang tidak hanya mengangkat batu bata dan membangun dinding, tetapi juga menanam harapan. Terdapat pula inisiatif pengembangan pasar perumahan yang menjangkau 73.987 individu, membuka ekosistem yang lebih inklusif bagi keluarga berpenghasilan rendah.

Berkat kedermawanan dan kasih sayang dari #SahabatHabitat, sebanyak 988.668 individu di seluruh Indonesia kini merasakan manfaat nyata dari program-program ini — mulai dari Batam, Tangerang, Bogor, Karawang, Garut, Cilegon, Palembang, Yogyakarta, Gresik, Kupang, hingga Pulau Sabu Raijua di Nusa Tenggara Timur.

Ringkasan data capaian Habitat for Humanity Indonesia selama 28 tahun, mulai dari program rumah layak huni hingga program peningkatan kualitas hidup masyarakat. Infografis: HFHI/Tias Ester Widhari

Di antara ratusan ribu kisah yang ada, salah satunya mencerminkan perjalanan banyak keluarga. Amalia, penerima manfaat rumah layak huni di Mauk, Kabupaten Tangerang, telah menghabiskan bertahun-tahun hidup dalam kondisi yang tidak aman, terus-menerus khawatir akan kebocoran saat hujan deras. Setiap malam, ia hanya bisa berharap anak-anaknya tetap sehat dan tidak merasa takut.

Hari ini, ekspresinya berubah saat ia menceritakan kehidupan barunya. “Di sini, saya akhirnya merasa seperti seorang ibu yang benar-benar memiliki tempat untuk melindungi anak-anak. Anak saya bisa belajar tanpa rasa khawatir, dan saya bisa memikirkan masa depan mereka dengan tenang. Rasanya seperti diberikan kesempatan kedua untuk menata kembali hidup kami,” tuturnya.

Kisah Amalia mengingatkan kita bahwa sebuah rumah bukan sekadar dinding dan atap. Rumah adalah sebuah awal — tempat di mana nilai-nilai, kasih sayang, pendidikan, dan harapan dipupuk.

Kontribusi Anda telah membantu mengurangi jumlah keluarga yang masih tinggal di hunian yang tidak layak. Namun, jika kita hanya fokus pada statistik, kita berisiko kehilangan makna mendalam dari perjalanan ini. Dampak yang sesungguhnya terletak pada hari-hari panjang di lapangan, keputusan-keputusan sulit, ketekunan dalam menghadapi rintangan, dan emosi yang dibagikan kepada keluarga-keluarga yang terus bertahan. Inilah yang mengubah perubahan menjadi kenyataan.

Menyambut 2026: Lanjutkan Harapan, Perkuat Kepedulian

Memasuki tahun 2026, Habitat for Humanity Indonesia dengan rendah hati memohon doa dan dukungan Anda. Tahun depan, kami akan memulai program pemulihan pascabencana selama dua tahun di Sibolga, Sumatera Utara.

Pada pertengahan Januari 2026, tim Habitat akan mendistribusikan shelter kits kepada 1.000 keluarga penyintas sebagai langkah awal untuk membangun kembali kehidupan mereka. Bagi siapa pun yang ingin menjadi bagian dari perjalanan pemulihan ini, Anda dapat berkontribusi melalui: kitabisa.com/campaign/bangunharapansibolga

Menyambut tahun baru, kami melangkah dengan keyakinan yang diperbarui—keyakinan bahwa setiap langkah kecil sangat berarti, dan ketika kita bergerak bersama, perubahan dapat terjadi berulang kali, berlipat ganda dengan cara yang mungkin tidak kita duga sebelumnya.

Habitat for Humanity Indonesia bangga dapat terus membangun masa depan bersama keluarga-keluarga di seluruh negeri—tidak hanya hari ini, tetapi juga di tahun-tahun mendatang.

Dengan rasa syukur yang mendalam, kami mengucapkan:

Terima kasih atas kepercayaan Anda,

terima kasih atas kerja keras Anda,

dan terima kasih telah menjadi bagian dari keluarga besar Habitat for Humanity Indonesia.

Kami menantikan tahun-tahun ke depan yang penuh dengan kolaborasi, pertumbuhan, dan kisah-kisah luar biasa bersama Anda.

Video: HFHI/Budi Ariyanto

Penulis: Kevin Herbian

(kh/av)

HFHI – Climate
Kabar Habitat

Dorong Strategi “Climate Resilient Housing 2030”, Habitat for Humanity Indonesia Gandeng Kolaborasi Lintas Sektor

Jakarta, 23 Desember 2025 – Perumahan yang tangguh terhadap dampak perubahan iklim bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan nasional bagi Indonesia. Sebagai salah satu negara paling rawan bencana di dunia, Kementerian Kesehatan RI melalui Pusat Krisis Kesehatan menyatakan bahwa hampir 80% bencana di Indonesia terkait hidroklimatologi (banjir, tanah longsor, banjir bandang, kekeringan, angin puting beliung, gelombang pasang/badai). Dampak ini sangat memukul masyarakat terutama wanita di permukiman informal dengan dampak kesehatan dan biaya hidup akibat kekeringan, kenaikan suhu dan naiknya permukaan laut.

Kepala Pusat Kebijakan Pembiayaan Perubahan Iklim dan Multilateral Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Boby Wahyu Hernawan, menyampaikan dalam media briefing Kemenkeu (29 Mei 2024) tanpa langkah adaptasi serius, perubahan iklim diproyeksikan merugikan Indonesia hingga 2,87% dari PDB setiap tahunnya pada 2045.

Dalam sambutannya, Handoko Ngadiman (Direktur Nasional Habitat for Humanity Indonesia) menyatakan, “Bagi keluarga besar Habitat for Humanity, perumahan tangguh iklim bukan lagi pilihan, tetapi keharusan. Program pemerintah untuk membangun 3 juta rumah per tahun adalah peluang strategis untuk memasukkan prinsip ketangguhan dan desain adaptif iklim ke dalam kebijakan. Selain itu, kami menyadari pentingnya skema pembiayaan yang inklusif dan fleksibel—seperti pembiayaan mikro dan peningkatan rumah secara bertahap—agar keluarga berpenghasilan rendah, rumah tangga yang dikepalai perempuan, dan kelompok rentan tidak tertinggal. Pembiayaan yang inklusif ini juga diperlukan untuk membiayai perbaikan rumah menjadi adaptif terhadap iklim.”

Kolaborasi Strategis dan Kebijakan

Lokakarya yang dimoderatori oleh Dr. Saut Sagala (Global Resilience Specialist dari RDI dan Associate Professor dari ITB) menghadirkan para pakar dari berbagai institusi untuk menyelaraskan kebijakan adaptasi. Berdasarkan hasil curah gagasan, lokakarya ini merumuskan beberapa Temuan Kunci:

  • Ketahanan iklim di bidang perumahan telah dimandatkan dalam RPJPN-RPJMN dan terhubung dengan sektor air, sanitasi, serta tata ruang hingga level rumah tangga.
  • Implementasi di tingkat tapak masih belum konsisten meskipun perumahan merupakan bagian penting agenda adaptasi nasional.
  • Desain “passive cooling” berbasis kondisi lokal (seperti hasil kajian di Desa Wunung, Kabupaten Gunung Kidul) efektif meningkatkan kualitas udara dan kesejukan rumah.

“Program pembangunan rumah nasional merupakan peluang unik untuk memasukkan desain adaptif iklim ke dalam kebijakan pemerintah. Kita perlu memastikan adanya enabler berupa kerangka kerja dan regulasi yang mendukung keterjangkauan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, agar target hunian layak dan tangguh tahun 2030 dapat tercapai,” Ira Lubis, ST., MIDP, Koordinator Bidang Perumahan, Kementerian PPN/Bappenas, menekankan pentingnya integrasi kebijakan

Khairunnisa Destyany Qatrunnada, S.Si., Staf Ahli Direktorat Adaptasi Perubahan Iklim, mewakili Direktur Adaptasi Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup, menambahkan terkait aspek mitigasi dan adaptasi, “Mengadaptasi bangunan untuk menghadapi perubahan iklim dan mengurangi emisi adalah dua hal yang saling memperkuat. Kami mendukung langkah-langkah teknis seperti penggunaan material rendah karbon dan sistem drainase yang lebih baik untuk menjaga kohesi komunitas di lokasi asli mereka.” Selain itu, Prof. Ir. Suparwoko, MURP., Ph.D. (Universitas Islam Indonesia), juga menyoroti pentingnya panduan teknis perumahan adaptif yang kontekstual bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Ekosistem Pembiayaan dan Ekonomi Sirkular

Lokakarya ini juga membahas inovasi finansial bersama Tadianto Slamet Saputro dari Komida, yang menekankan pentingnya indikator ketangguhan yang dirancang secara bertahap agar peningkatan rumah tetap terjangkau bagi komunitas MBR. Di sisi lain, Novita Tan (Co-founder dan CEO Rebricks) memaparkan potensi ekonomi sirkular dalam sektor konstruksi untuk mengurangi risiko iklim sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.

Rekomendasi Utama Lokakarya

Sebagai hasil dari diskusi intensif, Habitat for Humanity Indonesia merangkum rekomendasi berikut:

  • Pendekatan Berbasis Bukti: Mengutamakan evidence-based design dengan pengukuran sebelum dan sesudah intervensi pada program perumahan MBR.
  • Inklusi Komunitas: Memprioritaskan intervensi dengan pemanfaatan material lokal dan penguatan kapasitas tukang setempat melalui pelatihan.
  • Pilot Project: Melaksanakan studi percontohan untuk menguji efektivitas panduan teknis di berbagai wilayah, terutama di wilayah rawan bencana.

Habitat for Humanity Indonesia berharap hasil lokakarya ini menjadi landasan kolaborasi jangka panjang melalui skema Public Private Partnership (PPP) demi mewujudkan hunian yang tangguh bagi masa depan Indonesia.

(av/as)

HFHI – DR Sumatera
Kabar Habitat

Awali Program Pemulihan Pasca Banjir Sumatera, Habitat for Humanity Indonesia Lakukan Kajian Cepat Pascabencana di Sibolga

Sibolga, 12 Desember 2025 – Lebih dari dua pekan pasca banjir bandang dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah di Sumatera, puluhan ribu keluarga masih berada dalam kondisi sulit. Lebih dari 157.800 rumah rusak dan ratusan ribu warga masih mengungsi (BNPB, 12 Desember 2025). Di banyak titik, warga belum dapat kembali karena kondisi lingkungan yang belum aman dan rumah yang hancur diterjang material longsor.

Di Kota Sibolga, Sumatera Utara, dampak kerusakan juga sangat besar. Menurut laporan BPBD Kota Sibolga per 12 Desember 2025, sedikitnya 7.276 jiwa mengungsi, sementara 665 rumah mengalami kerusakan, baik ringan, sedang, maupun berat. Situasi ini membuat kebutuhan akan hunian, sanitasi, dan akses air bersih semakin mendesak, terutama di wilayah yang berada dekat tebing perbukitan dan bantaran sungai.

Asesmen di Lokasi Paling Terdampak

Sejak 10 Desember 2025, tim Habitat for Humanity Indonesia telah berada di Sibolga untuk melakukan asesmen cepat (rapid assessment) guna memetakan kebutuhan mendesak masyarakat khususnya rumah layak huni. Fokus utama pencatatan awal dilakukan di wilayah yang mengalami kerusakan terparah, yaitu Kecamatan Sibolga Utara, meliputi Kelurahan Simare Mare, Angin Nauli, dan Huta Tonga Tonga.

Di Kelurahan Simare Mare, tim menemukan puluhan rumah hancur tersapu banjir bandang dan longsoran material kayu serta batu dari bukit. Banyak keluarga harus meninggalkan rumah tanpa sempat menyelamatkan barang-barang mereka.

Riang (43), salah satu penyintas yang kini mengungsi di gedung Bank Indonesia, menggambarkan detik-detik terjadinya bencana. “Seharian itu hujan deras dan mati lampu. Sekitar setengah satu malam, saya dengar suara gemuruh batu. Saat itu juga kami lari ke bawah, tak sempat selamatkan apa pun. Rumah saya hancur…,” ujarnya.

Kerusakan juga terjadi di Kelurahan Angin Nauli, di mana sejumlah rumah berdiri di atas daerah aliran sungai (DAS) dan tepi Sungai Aek Doras. Saat banjir bandang pada 25 November 2025, material lumpur, batu, dan kayu menyapu wilayah tersebut dan memicu gelombang air dari bukit menuju dataran rendah. Rumah-rumah mengalami kerusakan beragam dari ringan hingga sedang.

Pilu mendalam juga dirasakan warga Kelurahan Huta Tonga Tonga. Sebanyak 71 kepala keluarga terdampak, dan 51 rumah mengalami rusak berat setelah material pasir setinggi 1,5–2 meter masuk dan menimbun bagian dalam rumah mereka.

Ronald (55), salah satu warga yang memilih bertahan di rumahnya yang hampir tertutup pasir, bercerita kepada tim Habitat for Humanity Indonesia, “Saya tidur di atas sisa kasur yang sudah hampir menyentuh atap. Saya tetap tinggal karena ingin jaga rumah, takut barang dijarah. Tapi tiap hari pasir makin naik… rumah ini hampir tertimbun.”

Cerita para penyintas menggambarkan betapa tingginya kebutuhan akan bantuan pemulihan rumah dan pembersihan lingkungan di Sibolga.

Habitat Indonesia Siapkan Intervensi Dua Tahun untuk Pemulihan Sibolga

Berdasarkan hasil asesmen dan koordinasi di lapangan, Habitat for Humanity Indonesia merencanakan intervensi pemulihan selama dua tahun di Kota Sibolga dan wilayah sekitarnya.

Di tahun pertama, Habitat Indonesia akan berfokus pada dukungan darurat dan perbaikan dasar bagi keluarga terdampak, meliputi:

  • Distribusi shelter kit untuk 500 keluarga
  • Dukungan rubble removal equipment/assistance untuk membantu pembersihan material longsor
  • Perbaikan 500 rumah dengan penguatan struktur (retrofitting)
  • Pengembalian akses sanitasi dan air bersih (WASH)
  • Pelatihan WASH dan Build Back Safer untuk komunitas

Di tahun kedua, Habitat Indonesia akan membangun kembali 300 rumah layak huni berbasis kawasan bagi keluarga terdampak, dengan standar ketahanan lebih baik agar risiko bencana dapat diminimalkan di masa depan.

Upaya ini dilakukan sebagai bentuk komitmen Habitat Indonesia untuk membantu para penyintas kembali memiliki tempat tinggal yang aman, layak, dan bermartabat.

#Bersama, Bangun Sumatera

Di tengah masa-masa sulit ini, dukungan dari berbagai pihak sangat berarti. Habitat for Humanity Indonesia mengajak masyarakat dari berbagai elemen, baik individu, korporasi, dan para mitra untuk turut serta dalam proses pemulihan dan pembangunan kembali kehidupan keluarga terdampak bencana di Sibolga.

Bagi Sahabat Habitat yang ingin berpartisipasi dalam misi kemanusiaan ini, donasi dapat disalurkan melalui BCA: 210-3002-958 (Habitat Kemanusiaan Ind Yay). Informasi lebih lengkap dapat dilihat pada flyer di bawah.

Foto & Penulis: HFHI/Kevin Herbian

(kh/av)

HFHI – Pakuwon
Kabar Habitat

Habitat for Humanity Indonesia dan Pakuwon Group Lanjutkan Kolaborasi Bangun Hunian Layak di Gresik

Gresik, 11 Desember 2025 – Habitat for Humanity Indonesia bersama Pakuwon Group kembali melanjutkan komitmen bersama dalam memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya untuk mengurangi angka jutaan keluarga yang masih tinggal di hunian tidak layak.  

Upaya ini diperkuat melalui program CSR Pakuwon Group yang pada tahun ini diarahkan untuk pembangunan 21 unit rumah layak huni di Desa Campurejo, Panceng, Kabupaten Gresik. Pembangunan tersebut secara resmi dimulai dengan seremoni peletakan batu pertama pada Kamis (4/12) lalu. 

Pada kesempatan ini, Bupati Gresik yang diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Fisik dan Prasarana, Johar Gunawan, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap sinergi yang terbangun dalam program ini. Ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas permukiman menjadi komitmen serius Pemerintah Kabupaten Gresik.  

Berdasarkan data Dinas Cipta Karya, Perumahan, dan Kawasan Permukiman serta Bappeda, terdapat 145 unit rumah yang menjadi sasaran peningkatan kualitas permukiman, serta 90 unit rumah baru yang dibangun sebagai lokasi relokasi warga dari tanah kas desa. 

“Dari 90 unit tersebut, 69 unit dibiayai negara dan 21 unit difasilitasi melalui CSR Pakuwon Group bersama Habitat for Humanity Indonesia. Kami sangat mengapresiasi kolaborasi ini dan berharap keluarga-keluarga dapat menjaga rumah yang telah dibangun,” ujar Johar Gunawan. 

Dukungan serupa disampaikan oleh Habitat for Humanity Indonesia melalui Abraham Tulung, Resources Development General Manager. Ia menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari perjalanan panjang Habitat Indonesia dalam membangun kehidupan yang lebih baik bagi keluarga berpenghasilan rendah.  

“Habitat for Humanity Indonesia telah hadir lebih dari 10 tahun membangun hunian layak, menyediakan akses air bersih, serta menghadirkan community center dan sarana toilet bagi keluarga-keluarga yang termasuk dalam kategori desil 1 dan desil 2,” ujarnya. 

Direktur Pakuwon Group, Saibun Wijaya, juga menekankan pentingnya hunian yang aman sebagai fondasi bagi keluarga untuk berkembang. “Rumah yang kami bangun bersama Habitat Indonesia ini diharapkan dapat membantu pemilik rumah merencanakan masa depan dan membuka harapan baru bagi mereka,” katanya. 

Kolaborasi ini menjadi wujud nyata bagaimana sektor swasta, organisasi nirlaba, dan pemerintah daerah dapat berjalan beriringan untuk menghadirkan solusi perumahan yang berkelanjutan. Dengan pembangunan 21 unit rumah layak huni ini, Desa Campurejo tidak hanya mendapat infrastruktur baru, tetapi juga peluang bagi warganya untuk memulai perjalanan menuju kehidupan yang lebih aman, sehat, dan bermartabat. 

(kh/av)

HFHI – PropCon Golf
Kabar Habitat

PropCon Golf Club Bersama Habitat for Humanity Indonesia Dorong Dampak Nyata Melalui Golf

Jakarta, 8 Desember 2025 – PropCon Golf Club kembali menyelenggarakan turnamen golf tahunannya bertajuk 17th Interdesign PropCon Not Another End of Year Golf Tournament 2025, yang sukses digelar pada Sabtu, 6 Desember 2025 di Damai Indah Golf – BSD Course. Ajang ini menjadi ruang temu para pegolf dari berbagai latar belakang, sekaligus wadah kolaborasi untuk menciptakan dampak sosial. 

Untuk kedua kalinya, PropCon Golf Club menggandeng Habitat for Humanity Indonesia sebagai charity partner, menegaskan komitmen berkelanjutan dalam mendukung akses sanitasi dan pendidikan yang layak. Melalui turnamen ini, berhasil dihimpun dana sebesar Rp103.000.000,-. 

Dana yang terkumpul akan dialokasikan untuk mendukung renovasi 5 unit toilet sekolah serta pembangunan 1 unit toilet baru di MTs–MA Batamiyah, Batam, guna menciptakan lingkungan belajar yang lebih sehat dan aman bagi para siswa. 

“Kami percaya bahwa olahraga dapat menjadi jembatan kolaborasi sekaligus sarana berbagi. Melalui turnamen ini, kami ingin menghadirkan dampak nyata yang bisa langsung dirasakan oleh mereka yang membutuhkan,” ujar Bapak Desmond Kandiawan, Ketua Propcon Golf Club. 

Sementara itu, Habitat for Humanity Indonesia menyampaikan apresiasi atas kepercayaan dan kolaborasi yang terus terjalin. “Ini merupakan sebuah kehormatan bagi Habitat Indonesia untuk kedua kalinya dipercaya sebagai charity partner oleh PropCon Golf Club. Dukungan PropCon Golf Club menjadi bagian penting dalam upaya kami memastikan sekolah memiliki fasilitas sanitasi yang layak. Dari lapangan golf, harapan itu dibangun bersama,” ungkap Abraham Tulung, Resource Development General Manager Habitat for Humanity Indonesia. 

Turnamen berlangsung dengan suasana kompetitif namun tetap hangat dan bersahabat, mencerminkan semangat kebersamaan di antara para peserta. Lebih dari sekadar penutup tahun, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kolaborasi mampu menghadirkan perubahan positif bagi masa depan generasi muda Indonesia. 

Simak tayangan video di bawah ini untuk melihat bagaimana kolaborasi Habitat for Humanity Indonesia dan PropCon Golf Club telah memberikan dampak nyata bagi dua sekolah di Karawang dan Gresik pada program sebelumnya:

Video: HFHI/Budi Ariyanto

Penulis: Syefira Salsabilla

(ia/kh)

HFHI – Centratama
Kabar Habitat

Akses Literasi Digital Baru bagi Siswa SMPN 1 Pakem

Sleman, 21 November 2025 – Habitat for Humanity Indonesia bersama PT Centratama Group kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan literasi pendidikan di Indonesia melalui pembangunan perpustakaan digital di SMP Negeri 1 Pakem, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Inisiatif ini menjadi bukti bahwa pendidikan yang inklusif dan modern dapat diwujudkan melalui sinergi antara sektor swasta dan lembaga sosial. 

Peresmian fasilitas tersebut dilakukan secara simbolis melalui pemotongan pita dan dihadiri oleh Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, Chief of Finance Officer PT Centratama Group, Caba Pinter, Direktur Nasional Habitat for Humanity Indonesia, Handoko Ngadiman, serta jajaran tenaga pendidik SMPN 1 Pakem. 

Program ini tidak hanya membangun ruang perpustakaan baru, tetapi juga melakukan renovasi menyeluruh, mulai dari pengerjaan bangunan, pengecatan mural, hingga penyediaan fasilitas pendukung seperti karpet, meja dan kursi belajar, sofa, LED TV, sound system, AC, komputer, dan berbagai furnitur lainnya. Semua fasilitas tersebut dirancang untuk menciptakan ruang belajar yang lebih nyaman dan modern. 

PT Centratama Group juga memastikan bahwa teknologi menjadi elemen utama dalam transformasi ini. Mereka berkontribusi dalam instalasi software serta pelatihan penggunaan aplikasi Edoo, platform perpustakaan digital yang menyediakan lebih dari 1.000 e-book dari berbagai kategori. Handoko Ngadiman menjelaskan bahwa “Selama 10 tahun di SMPN 1 Pakem baru mendapatkan 1.000 buku cetak, namun dalam tiga minggu ini siswa sudah memiliki akses pada e-book sebanyak 487 buku dengan 709 salinan. Hal ini diharapkan dapat semakin meningkatkan dampak baik kepada siswa khususnya dunia literasi.” 

Baca juga: Pojok Baca Digital: Memperkaya Kesempatan Belajar Bersama

Dari pihak Centratama, Caba Pinter menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan untuk memperkuat pendidikan berbasis teknologi di Indonesia. “Program ini adalah bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan kami. Kami percaya bahwa literasi digital merupakan fondasi penting untuk masa depan, dan melalui fasilitas ini kami ingin memastikan para siswa memiliki akses yang luas terhadap sumber belajar modern,” ujarnya. 

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menilai inisiatif ini sebagai langkah strategis dalam membangun budaya literasi di kalangan pelajar. Ia mengatakan, “Kehadiran perpustakaan digital ini tidak hanya menambah fasilitas belajar, tetapi juga menjadi sarana penting untuk memperkuat literasi bagi anak-anak kita. Jadi, harapan saya fasilitas ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya. Karena semaju apa pun teknologi, kalau tidak dimanfaatkan, tidak ada gunanya.” 

Dengan adanya perpustakaan digital, siswa dan guru kini dapat mengakses berbagai sumber bacaan kapan pun dan di mana pun melalui smartphone mereka. Selain meningkatkan mutu proses pembelajaran, fasilitas ini juga diharapkan mampu mendukung peningkatan prestasi akademik serta menjadi nilai tambah dalam penguatan akreditasi sekolah melalui pemanfaatan teknologi. 

Kepala SMPN 1 Pakem, Titin Sumarni, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia menutup dengan mengatakan, “Harapannya ini dapat meningkatkan kompetensi literasi dan minat baca siswa-siswi kami. Terbukti dalam waktu tiga minggu setelah aktivasi dan pelatihan, sudah ada 145 digital buku yang diakses. Dengan adanya perpustakaan digital, ini lompatan yang luar biasa.”

Foto & Video: HFHI/Budi Ariyanto

(kh)