logotype
Donate

Tag: habitat

Kartini Habitat (1)
ID-EN Blog

Diresmikan Wali Kota Cilegon, Graha Posco Community Learning Center Hadiah untuk Masyarakat Cilegon

Wali Kota Cilegon Helldy Agustian didampingi Presiden Direktur Krakatau Posco Kim Kwang Moo meresmikan Graha Posco Community Learning Center di Kelurahan Kubangsari, Kecamatan Ciwandan, Kamis, 28 April 2022.

Kehadiran gedung pusat pembelajaran masyarakat ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Cilegon khususnya dalam bidang pendidikan, pelatihan dan keterampilan warga untuk menunjang kemandirian ekonomi menuju Kota Cilegon Baru, Modern dan Bermartabat.

Peresmian ditandai dengan pemotongan pita dan penandatangan prasasti oleh Wali Kota Cilegon Helldy Agustian didampingi Presiden Direktur Krakatau Posco Kim Kwang Moo dan disaksikan langsung Habitat Indonesia dan warga setempat.

Gedung baru didirikan untuk kemajuan pendidikan dan pelatihan keterampilan warga, guna meningkatkan kehidupan sosial, ekonomi, kesehatan, dan pendidikan warga Cilegon. Posco sebagai pemegang saham Krakatau Posco bermitra dengan Habitat for Humanity Indonesia mengadakan program Holistic Community Development, Posco Steel Village.

Program tersebut berupa program pengadaan berbagai fasilitas layanan masyarakat yang mencakup permukiman, pendidikan dan dukungan. Pembangunan dimulai sejak tiga tahun lalu dan dirampungkan pada April 2022 sore.

Pembangunan tersebut diantaranya 25 rumah baru layak huni, 30 toilet keluarga, 3 sekolah, penyediaan 1 bank sampah, 1 Gedung Graha Posco Community Learning Center, pelatihan pengelolaan sampah, dan pelatihan peningkatan pendapatan.

Semua fasilitas tersebut, diberikan setelah melakukan pendekatan berbasis masyarakat dan pemerintahan setempat guna memastikan bahwa bantuan diberikan secara efektif dan efisien. Program pengembangan masyarakat ini sukses menjangkau 550 orang di Kota Cilegon yang berasal dari 2 kecamatan yakni Citangkil dan Ciwandan dan 3 kelurahan yakni Samangraya, Tegalratu, dan Kubangsari.

Wali Kota Cilegon Helldy Agustian mengapresiasi bantuan dari Krakatau Posco yang sejalan dengan program Pemerintah Kota Cilegon, terutama di dalam bidang pendidikan. Helldy juga menyampaikan harapannya untuk mendorong pembenahan pembangunan melalui kebersamaan dalam suasana yang kondusif.

“Krakatau Posco telah merealisasikan beberapa program untuk mendukung dan meningkatkan kompetensi dan keterampilan generasi muda Cilegon agar dapat bersaing di pasar tenaga kerja. Dengan dibangunnya Community Learning Center ini, semoga masyarakat dapat memaksimalkan fungsi dan fasilitas yang ada dan berpartisipasi aktif mengikuti program-program yang diberikan dengan baik, secara konsisten agar manfaatnya dapat terus dirasakan secara berkesinambungan sampai dengan beberapa generasi mendatang,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Presiden Direktur Krakatau Posco Kim Kwang Moo menyampaikan rasa terimakasihnya kepada seluruh pihak yang bekerjasama. Sehingga proyek Steel Village yang termasuk sebagai bagian dari implementasi filosofi Corporate Citizenship dengan semangat “With Posco” ini dapat berjalan dengan baik dan diharapkan akan mendatangkan kebermanfaatan bagi warga Kota Cilegon secara berkelanjutan.

“Gedung ini diharapkan dapat memenuhi peran strategisnya untuk membuat perubahan dalam perilaku masyarakat untuk mendukung pengembangan berkelanjutan di Kota Cilegon. Kelak di sini akan diselenggarakan berbagai program pelatihan dan pemberdayaan masyarakat yang berguna untuk menghadapi tantangan sosial-ekonomi,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Nasional Habitat for Humanity Indonesia Susanto juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Krakatau Posco yang sudah mempercayakan Habitat sebagai mitra dalam pelaksanaan program.

“Terima kasih Krakatau Posco yang sudah mempercayakan Habitat Indonesia sebagai mitra dalam melaksanakan program. Habitat sangat terbuka menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak demi terus mewujudkan kehidupan yang sejahtera bagi keluarga yang membutuhkan,”tuturnya.

20220119_145923
ID-EN Blog

Gandeng Gunung Capital, Habitat Indonesia Bangun Posyandu di Wringinanom Gresik

Gunung Capital, salah satu perusahaan manajemen aset yang fokus dalam bidang infrastruktur dan bahan bangunan berkolaborasi dengan organisasi kemanusiaan Habitat for Humanity Indonesia membangun sebuah pos pelayanan terpadu (posyandu) di Wringinanom, Gresik, tepatnya di Dusun Kluwung, Desa Kesambenkulon.

Keberadaan Posyandu di Desa Kluwung akan memberi banyak manfaat, karena sampai akhir tahun 2021 desa ini tidak memilikinya. Selama ini, para ibu dan anak yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan hanya bisa bertemu dengan kader kesehatan dengan memanfaatkan balai desa atau langsung ke puskesmas.

Pembangunan Posyandu yang dimulai Oktober 2021 memberi banyak harapan bagi warga Desa Kluwung. Liwa Supriyanti, perwakilan dari Gunung Capital menuturkan, bahwa dalam kondisi pandemi akses terhadap fasilitas kesehatan, terutama kesehatan ibu dan anak menjadi lebih sulit, terutama dalam fase sebelum dan sesudah kehamilan. Era digital saat ini belum bisa dijalankan oleh semua daerah, sehingga banyak ketimpangan digital dialami masyarakat.

Sebagai bentuk antusias warga atas terjawabnya permasalahan mereka, setiap dari mereka rela membantu pembangunan posyandu secara bergiliran setiap harinya, hingga Januari 2022 Posyandu akhirnya rampung berdiri. Minggu kedua Januari lalu merupakan awal digunakannya posyandu saat beberapa ibu hamil hendak memeriksa kandungan maupun anaknya.

Eny dan Amenik, kader kesehatan di Dusun Kluwung menuturkan “Rasanya seperti mimpi akhirnya memiliki posyandu di dusun ini. Melayani para ibu dan anak terasa lebih aman, nyaman, dan teratur. Fasilitas yang lengkap terasa sangat membantu karena jika ibu-ibu ada pemeriksaan berlanjut, mereka tidak harus ke puskesmas lagi, sudah bisa disini.”

Untuk meresmikan posyandu yang telah didirikan, Gunung Capital dan Habitat Indonesia mengadakan acara serah terima secara hybrid bertempat di kantor Gunung Capital beralamat di Jl. Sudirman – Jakarta yang secara paralel juga disaksikan oleh para pemimpin Gunung Capital secara virtual.

Susanto, Direktur Nasional Habitat for Humanity Indonesia yang hadir dalam acara serah terima di kantor Gunung Capital Jakarta menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang besar terhadap Gunung Capital, yang berkenan berkolaborasi dengan Habitat Indonesia untuk menjawab permasalahan pelayanan kesehatan di Dusun Kluwung, dengan salah satunya mendirikan posyandu.

Posyandu ini ke depannya diperkirakan akan mampu melayani sekitar 110 ibu dan anak. Semakin banyaknya masyarakat yang dapat dilayani serta efektifnya pelayanan yang dapat dilakukan, diharapkan kesehatan dan pertumbuhan ibu dan anak khususnya di Dusun Kluwung dapat meningkat lebih tinggi.

Tidak hanya untuk ibu dan anak, di tengah pandemi Covid-19 yang masih melanda, posyandu ini juga diharapkan dapat berfungsi ganda sebagai tempat pertolongan pertama bagi masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan.

WhatsApp Image 2021-12-14 at 09.58.10
ID-EN Blog

Solidaritas Bantu Warga Terdampak Bencana Gunung Semeru

Bencana ini terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Awan pekat hingga hujan abu vulkanik serta banjir lahar menyelimuti Kabupaten Lumajang dan Sekitarnya.

Gunung Semeru berketinggian 3.676 meter itu meletus dan mengakibatkan hujan abu di dusun Sumbersari, desa Supiturang, kecamatan Pronojiwo Lumajang provinsi Jawa Timur. Akibat aktivitas itu masyarakat dan penggali pasir di aliran sungai Leprak berlarian menjauh.

Menurut keterangan warga, sebenarnya awan panas terlihat pertama kali muncul sekitar pukul 15.30 WIB pada tanggal 3 Desember 2021 di atas gunung. Sebelum mengeluarkan awan panas Gunung Semeru mengeluarkan lahar dingin hingga menyebabkan banjir. Dampak awan panas guguran paling parah dirasakan di Kabupaten Lumajang. Diketahui dua kecamatan di Lumajang  gelap gulita yakni kecamatan Pronojiwo dan Candipuro.

Menjelang akhir tahun ini solidaritas kita kembali diuji. Kini saudara kita yang berada di wilayah gunung Semeru membutuhkan bantuan dari kita semua.

Bantuan akan disalurkan sesuai urgensi kebutuhan di lokasi, terkhusus pada kebutuhan paket kebersihan, peralatan pembersih rumah dan lingkungan, program perbaikan rumah dan akses air bersih. Program ini akan dilakukan setelah mereka benar-benar aman untuk Kembali ke lingkungannya dan siap bergotong royong memperbaiki rumah.

Mari ulurkan tangan untuk bantu sesama dengan cara scan QR code dibawah:

WhatsApp Image 2021-12-15 at 14.24.39
ID-EN Blog

Habitat Charity Golf 2021 Ditargetkan Bangun 26 Rumah Layak Huni

Habitat Charity Golf Tournament kembali digelar di Imperial Klub Golf Karawaci pada 15 Desember 2021.
Habitat Charity Golf Tournament kembali digelar di Imperial Klub Golf Karawaci pada 15 Desember 2021.

Setelah sempat tertunda akibat pandemi, Habitat Indonesia kembali menggelar Habitat Charity Golf Tournament pada 15 Desember 2021 yang lalu di Imperial Klub Golf Karawaci.

Habitat Charity Golf Tournament merupakan event rutin yang diselenggarakan setiap 2 tahun sekali sejak 2010, sebagai ajang para golfers Indonesia bertanding sambil beramal, berdonasi untuk mendukung penyediaan hunian bagi masyarakat yang kurang mampu di berbagai daerah di Indonesia.

Susanto, Direktur Nasional Habitat for Humanity Indonesia menuturkan “Pandemi mengajarkan kita betapa pentingnya hunian yang layak bagi keluarga. Anjuran “Stay at Home” harus dilengkapi dengan rumah yang layak dan sehat sebagai langkah awal untuk melindungi keluarga dari virus Covid-19.  Indonesia masih membutuhkan 10 juta rumah layak dan melalui Habitat Charity Golf Tournament kami dapat memenuhi sebagian dari kebutuhan rumah layak, terutama bagi masyarakat yang tidak mampu, sehingga tercipta Indonesia yang sehat dan kuat. Sejak pertama kali tournament ini diselenggarakan pada tahun 2010, hingga saat ini, melalui Habitat Charity Golf Tournament kami telah membangun lebih dari 200 rumah layak huni”

Para peserta Habitat Charity Golf Tournament diberikan pilihan dalam berdonasi yaitu untuk mendukung pembangunan tiap unit rumah baru, mereka berdonasi sebesar 50 juta rupiah, dan untuk mendukung renovasi tiap unit rumah, mereka berdonasi 30 juta rupiah.

Tahun ini Bank HSBC Indonesia menjadi sponsor utama terselenggaranya Habitat Charity Golf Tournament 2021.

Francois de Maricourt, President Director, PT Bank HSBC Indonesia mengatakan “HSBC berkomitmen untuk mendukung pengembangan ekonomi dan masyarakat yang berkelanjutan di Indonesia. Kami senang dapat mendukung Habitat for Humanity Indonesia dalam program pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat di Mauk, Wringinanom, dan Babakan Madang, sebagai wujud dari komitmen kami di Indonesia.”

“Kami sangat bersyukur, Habitat Charity Golf Tournament 2021 yang sempat tertunda penyelenggaraannya selama setahun, telah berhasil mengumpulkan donasi untuk pembangunan 22 rumah bagi masyarakat di Mauk-Tangerang, Babakan Madang-sentul dan Winginanom-Gresik yang akan dimulai pada akhir Januari 2022. Pada kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat”, tutup Susanto.

Anda ingin turut terlibat, mendukung pembangunan rumah layak huni di Indonesia? Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui habitatindonesia.org, Instagram: habitat_id atau Facebook: Habitat Indonesia.

semeru@300x
ID-EN Blog

Berbagi untuk Keluarga Semeru

Halo #OrangBaik, 

#OrangBaik, Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mengalami awan panas guguran pada hari Sabtu (4/12). Berdasarkan data Badan Nasiona Penanggulangan Bencana (BNPB) tanggal 7 Desember 2021, saat ini sudah terdapat 34 orang korban meninggal dunia, puluhan orang mengalami luka dan luka bakar, serta ratusan warga harus mengungsi.

Bencana ini terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Awan pekat hingga hujan abu vulkanik serta banjir lahar menyelimuti Kabupaten Lumajang dan sekitarnya.

7445b72f-d566-4f42-b4c5-73324052da9a.jpg

Gunung Semeru yang berketinggian 3.676 meter itu mengakibatkan hujan abu di dusun Sumbersari, desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang. Akibat aktivitasnya itu, masyarakat dan penggali pasir di aliran Sungai Leprak berlarian menjauh.

4e590c63-ad03-407a-942f-e31f76ba5f07.jpg

Menurut keterangan warga, sebenarnya awan panas terlihat pertama kali muncul sekitar 15.30 WIB tanggal 3/12 dari atas gunung. Sebelum mengeluarkan awan panas, gunung Semeru mengeluarkan lahar dingin hingga menyebabkan banjir.

Dampak awan panas guguran paling parah dirasakan di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Diketahui dua kecamatan di Lumajang gelap gulita, yakni Kecamatan Pronojiwo dan Candipuro.

846818aa-9a89-40b9-849c-0d06190c362c.jpg

#OrangBaik, menjelang akhir tahun ini solidaritas kita kembali diuji. Kini saudara kita yang berada di wilayah sekitar semeru membutuhkan bantuan dari kita semua.

Bantuan akan disalurkan sesuai urgensi kebutuhan di lokasi, terkhusus pada kebutuhan paket kebersihan keluarga, peralatan pembersih rumah dan lingkungan, program perbaikan rumah dan akses air bersih. Program akan dilakukan setelah mereka benar-benar aman untuk kembali ke lingkungannya dan siap bergotong royong memperbaiki rumah

Mari ulurkan tangan kalian untuk bantu sesama dengan cara: 

https://kitabisa.com/campaign/untuksemeru

Klik “DONASI SEKARANG”;

Masukkan nominal donasi;

Pilih Metode Pembayaran;

Segera transfer sesuai nominal dan ikuti petunjuk selanjutnya.

Salam,

Habitat For Humanity Indonesia

PVH
ID-EN Blog

PVH Bersama Habitat Indonesia Membangun Kembali Kehidupan Keluarga Penyintas Gempa Sulawesi Barat

Tiga gempa bumi besar yang melanda Sulawesi Barat di awal tahun 2021 telah menghancurkan Mamuju, Majene, dan Polewali Mandar. Ratusan warga mengalami luka hingga meninggal dunia. Belasan ribu permukiman warga juga tak luput hancur akibatnya gempa dahsyat itu. Warga terpaksa tinggal sementara di pengungsian dengan kondisi air dan makanan yang sangat sulit.

Habitat Indonesia, organisasi kemanusiaan yang berfokus pada penyediaan hunian layak di Indonesia didukung oleh PVH turun tangan membantu warga yang terdampak di Botteng. Atas pendampingan pemerintah  dan organisasi kemanusiaan lainnya, Habitat Indonesia dan PVH memperbaiki 5 rumah keluarga dengan teknik semen Ferro, membagikan 3 paket alat perbaikan rumah kepada 30 keluarga, memberikan pelatihan konstruksi, dan pelatihan rumah yang aman bertahan saat bencana datang di masa yang akan datang.

Aco (41) dan Jaisa (35), warga Desa Botteng, sehari-hari bekerja sebagai petani dan sering bermalam di kebun. Saat gempa datang, Aco dan istri segera keluar dari kebun dan melajukan sepeda motornya lebih cepat dari biasanya demi ingin menyelamatkan kedua anak yang mereka tinggalkan di rumah. “Saya dan istri sangat khawatir karena selain buru-buru ingin menyelamatkan kedua anak di rumah, kami juga harus hati-hati menjaga bayi yang kami bawa ke kebun selama perjalanan”, tutur Aco. Bersyukurnya mereka masih sempat menyelamatkan kedua anak mereka dan membawanya ke pengungsian.

Selama kurang lebih 2 minggu di pengungsian, Aco dan keluarga sangat kesulitan memperoleh sembako sementara bayi mereka sangat membutuhkan asupan gizi yang baik. Saat Habitat Indonesia dan PVH menyampaikan bahwa rumah Aco akan segera diperbaiki, Aco merasa sangat senang “Saya sangat senang saat tahu bahwa rumah saya akan diperbaiki karena kondisi di pengungsian sangat mencekam terutama bagi bayi kami. Terima kasih Habitat Indonesia dan PVH yang sudah memperbaiki rumah kami. Jika Habitat dan PVH tidak membantu, mungkin saya tidak akan punya rumah sampai sekarang”, tutur Aco.

Saruna, seorang lansia (70) beserta istrinya yang mengalami cacat pada kaki, sehari-harinya bekerja sebagai petani. Saat malam gempa menguncang rumah mereka, mereka sangat kaget dan segera keluar dari rumah menyelamatkan kedua anaknya. Mereka terpaksa bertahan di tenda pengungsian sementara kebutuhan pokok sangat sulit diperoleh, lain lagi mulai banyak warga yang jatuh sakit di pengungsian. Mereka memilih bertahan di tenda karena ragu balik ke rumah yang masih rusak.

Saat mendengar bahwa rumah mereka akan diperbaiki, Saruna dan keluarga sangat senang “Saya sangat antusias begitu tahu bahwa salah satu rumah yang akan diperbaiki adalah rumah saya. Usia saya yang tua tidak menjadi penghalang bagi saya membantu para tukang memperbaiki rumah sangkin senangnya saya. Kini saya dan keluarga bisa tinggal dengan tenang kembali di rumah karena strukturnya bahkan lebih bagus dari sebelumnya. Tidak ada kata yang dapat saya ucapkan selain terima kasih kepada Habitat Indonesia dan PVH”, ungkap Sauna. 

DOW Indonesia Mendukung Habitat Membangun Kembali Sulawesi Barat Pasca Gempa
ID-EN Blog

DOW Indonesia Mendukung Habitat Membangun Kembali Sulawesi Barat Pasca Gempa

Sulawesi Barat diguncangkan tiga gempa bumi besar di awal tahun 2021. Tiga daerah yang terdampak yakni Mamuju, Majene, dan Polewali Mandar. Setidaknya ada sekitar 6.213 orang terdampak yang terdiri dari 107 orang meninggal, 278 mengalami luka berat, dan 240 luka ringan.

Selain menelan korban nyawa, gempa bumi yang dahsyat ini juga mampu merusak permukiman warga. Ada sekitar 15.522 rumah yang rusak yakni di Mamuju sekitar 11.423 dan selebihnya di Majene sekitar sekitar 4.099 rumah. Selain permukiman warga, sekitar 22 sekolah di Mamuju dan 79 sekolah di Majene juga hancur.

Habitat Indonesia didampingi oleh pemerintah dan organisasi kemanusiaan lainnya menetapkan Desa Botteng dan Desa Karampuang yang ada di Mamuju Sulawesi Barat untuk dibangun kembali karena dua daerah ini yang paling sering diguncang gempa bumi. Karampuang sendiri merupakan sebuah desa terpencil yang dapat ditempuh hanya dengan perahu selama 20 menit dari pasar pelabuhan ikan Mamuju.

Dukungan dana lebih dari 300 juta dari DOW Indonesia sangat membantu Habitat Indonesia mengerjakan misi dan berhasil membantu keluarga-keluarga terdampak gempa di Desa Botteng dan Desa Karampuang berupa perbaikan 5 rumah dengan teknik semen Ferro dan 5 toilet di Desa Botteng. DOW dan Habitat juga mendistribusikan alat-alat kebersihan kepada 100 keluarga di Desa Botteng, memberikan pelatihan manajemen risiko bencana kepada 55 keluarga di Karampuang, dan pelatihan konstruksi kepada keluarga dan buruh lokal di Desa Botteng.

Selain bantuan-bantuan itu, DOW dan Habitat juga memperbaiki kantor Desa Karampuang, membentuk forum pengurangan risiko bencana tingkat desa, dan membagikan pelatihan mengenai tanda-tanda evakuasi bencana.

Muhammad Anwar, Kepala Dusun Karampuang menuturkan “Kami sangat beruntung DOW dan Habitat Indonesia datang ke Desa karampaung dan memberikan bantuan kemanusiaan dan pemulihan bencana sehingga kami memiliki lagi rumah yang aman untuk tinggal. Seperti pucuk di cinta ulampun tiba, kami sangat antusias menyambut perbaikan kantor kami. Hanya satu minggu Habitat menyelesaikan perbaikan. Pekerjaannya sangat terencana sekarang kami memiliki ruangan yang lebih untuk digunakan.Terima kasih kepada Habitat Indonesia dan DOW Indonesia atas pekerjaan ini. Kami akan memberikan pelayanan terbaik kami bagi warga lokal disini.”

Amril, pedangan ikan keliling (27) setiap pagi membeli ikan kepada pengepul ikan dan menjualnya kepada pelanggan, sementara istrinya Jira (22) menjual buah di pinggir jalan yang tidak jauh dari tempat mereka tinggal. Ketika gempa bumi datang melanda, Amri segera bangkit memanggil dan memeluk putranya Tifan (4) lalu meninggalkan rumah sementara istrinya mengikut dari belakang. Ketika mereka sudah di luar rumah mereka segera mencari tempat mengungsi karena saat itu hujan dan padam listirk. Mereka menyaksikan juga orang lain yang berbondong-bondong dan terlihat putus asa.

“Di pengungsian kami sangat kesulitan memperoleh makan dan kebutuhan utama. Kami memilih kembali ke rumah setelah kondisi mulai membaik meskipun rumah kami masih miring, belum stabil, dan belum aman. Kami berdoa kepada Tuhan agar rumah kami segera diperbaiki. Kami sangat senang setelah beberapa waktu kemudian keluarga kami terpilih mendapatkan bantuan perbaikan rumah dari Habitat Indonesia dan DOW. Kami mengucapkan terima kasih kepada Habitat dan DOW yang telah memperbaiki rumah kami. Kalau perbaikan ini tidak ada kami tidak tahu bagaimana kami memperoleh uang untuk memperbaiki rumah kami. Kami sangat bersyukur.”

Untitled design (19)
ID-EN Blog

Caterpillar Foundation Dukung Habitat Indonesia Penuhi SDG Melalui Program Pengembangan Air Bersih dan Sanitasi di Sentul dan Batam

Ketersediaan air bersih dan sanitasi di Indonesia khususnya bagi masyarakat lokal Sentul dan Batam masih merupakan mimpi yang jauh dari angan. Sehari-harinya, mereka masih harus menempuh jarak yang sangat jauh untuk mendapatkan dan memikul air bersih ke rumah. Tidak sedikit dari mereka memanfaatkan air sumur, namun jika ada kendala di sumur, mereka terpaksa menampung air hujan bahkan mengeluarkan biaya untuk membeli air dari tetangga.

Kondisi ini sangat memprihatinkan ditambah lagi dampak yang menjadikan lingkungan sangat kotor, berbau, dan menimbulkan berbagai penyakit seperti diare, gatal-gatal, dan lainnya khususnya bagi anak-anak.

Habitat Indonesia, organisasi kemanusiaan yang terus berupaya mewujudkan kehidupan sejahtera bagi masyarakat miskin di Indonesia melalui hunian layak, akses air bersih, dan sanitasi sudah melakukan berbagai program di Sentul dan Batam. Namun kebutuhan masih banyak, dukungan dari semua pihak sangat diperlukan untuk program berkelanjutan. 

Caterpillar Foundation yang sudah berkolaborasi dengan Habitat Indonesia sejak 2018, kini kembali memberikan dukungan untuk mewujudkan SDG No.6 yaitu menyediakan air minum yang aman dan terjangkau dengan berdonasi sebesar USD 160.000 untuk Sentul dan USD 80.000 untuk Batam.

Program pengembangan air bersih dan sanitasi yang dimulai sejak November 2020 hingga September 2021 pun akhirnya berhasil diselesaikan. Kini sudah berdiri 1 unit akses air bersih di Sentul yang dapat melayani 346 warga (1.100 orang) dan 1 unit akses air bersih di Batam yang dapat melayani 120 keluarga (459 orang). Selain menyediakan akses air bersih, Habitat dan Caterpillar juga mengadakan WASH training di Sentul kepada 300 orang dan mendistribusikan alat kebersihan kepada 120 orang di Batam. 

Paridah, seorang janda yang bekerja merawat bayi tetangga menuturkan “Setiap harinya saya mendapatkan air dari tetangga, namun jika airnya tidak lancar, saya terpaksa membeli air ke kedai, akan tetapi saya tidak selalu memiliki uang yang cukup untuk membeli air. Saya sangat berterima kasih kepada Habitat Indonesia dan Caterpillar yang sudah menyediakan akses air sehingga saya tidak harus membeli air lagi.”

Nursyidah, seorang ibu yang memiliki anak dan cucu sehari-harinya memperoleh air dari sumur. Namun jika air sumur bermasalah, ia terpaksa menampung air hujan. “Saya sangat kesulitan memperoleh air padahal air sangat dibutuhkan terlebih setelah anak saya menikah dan memiliki cucu. Kami membutuhkan 250 liter air per hari. Biasanya saya memperoleh air dari sumur atau menampung air hujan, namun jika air di sumur bermasalah dan hujan tidak turun, saya terpaksa membeli air dari tetangga. Terima kasih Habitat Indonesia dan Caterpillar. Saya sangat bersyukur dengan adanya akses air ini, saya tidak harus menampung air hujan lagi. Saya dan keluarga merasa sangat senang karena akhirnya masalah air dapat diselesaikan dan cucu saya dapat merasakan manfaatnya.”

Dalam melakukan program, Habitat Indonesia selalu melibatkan masyarakat lokal untuk menerima inspirasi, mengetahui kebutuhan, dan potensi mereka. Sebisa mungkin setiap program bantuan yang diberikan merupakan jawaban dari keresahan mereka.