Babak baru warga Tanjung Kait berdaya, Habitat for Humanity Indonesia bersama berbagai pihak mendorong kepemilikan tanah dan rumah aman untuk 110 keluarga.

Tanjung Anom, Kabupaten Tangerang (5/3)– Babak baru harapan dan transformasi dimulai hari ini di Kampung Tanjung Kait, sebuah wilayah pesisir di Desa Tanjung Anom, saat Habitat for Humanity Indonesia, bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang, mengadakan seremoni peletakan batu pertama untuk revitalisasi kampung tersebut. Acara yang dihadiri oleh Bupati Tangerang ini menandai tonggak penting dalam upaya meningkatkan kondisi kehidupan 110 keluarga nelayan berpenghasilan rendah.
Kampung Tanjung Kait, yang terletak di sepanjang garis pantai yang indah, telah lama menjadi rumah bagi beberapa generasi nelayan dan keluarga mereka. Namun, masyarakat Kampung Tanjung Kait menghadapi berbagai tantangan, termasuk rumah tidak layak huni, sanitasi buruk, akses terhadap air bersih, ketidaksetaraan sosial ekonomi, dan ancaman bencana alam yang terus-menerus. Mayoritas penduduk, yang bergantung pada perikanan dan pekerjaan sektor informal, berjuang dengan keterbatasan keuangan dan ketidakpastian kepemilikan tanah.
Menyadari kebutuhan mendesak untuk intervensi, Habitat for Humanity Indonesia memulai diskusi PASSA (Pendekatan Partisipatif untuk Kesadaran Tempat Tinggal Aman) sejak Agustus 2023. Proses kolaboratif ini, yang melibatkan masyarakat, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya, berfokus pada penguatan kapasitas, mempromosikan kemandirian, meningkatkan perlindungan, dan menangani permasalahan sosial ekonomi di masyarakat. Setelah melalui proses panjang, Habitat for Humanity Indoensia menghasilkan rencana yang nyata, meliputi:
- Pembuatan Rencana Tapak Partisipatif: Upaya kolaboratif yang melibatkan semua pemangku kepentingan untuk mendukung pengembangan kawasan pesisir dan program pariwisata lokal.
- Akses Kepemilikan Tanah: Memfasilitasi skema keuangan yang lebih mudah bagi keluarga nelayan berpenghasilan rendah untuk mengamankan kepemilikan tanah, bekerja sama dengan Koperasi Mitra Dhuafa (KOMIDA), yang menyediakan akses pinjaman kepada 110 keluarga pada Agustus 2024. Upacara Serah Terima Akta Jual Beli dilaksanakan pada Desember 2024.
- Pembangunan 110 Unit Perumahan Layak Huni: Merancang dan membangun rumah yang sehat dan tahan bencana untuk menyediakan ruang hidup yang aman dan terjamin.

“Kegiatan hari ini menandakan lebih dari sekadar peletakan batu; ini mewakili fondasi untuk masa depan yang lebih cerah bagi warga Kampung Tanjung Kait,” kata Arwin Soelaksono, Program Director Habitat for Humanity Indonesia. “Kami berkomitmen untuk bekerja sama dengan masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan dan berdampak.”
Untuk memastikan transparansi dan partisipasi aktif, Habitat for Humanity Indonesia memfasilitasi diskusi ekstensif dengan warga mengenai proyek revitalisasi, yang mencakup prosedur pembongkaran, tahap konstruksi, dan alokasi rumah. Pendekatan kolaboratif ini memastikan bahwa setiap warga memiliki pemahaman yang jelas tentang proses dan rasa kepemilikan di komunitas baru mereka.
“Revitalisasi Kampung Tanjung Kait adalah bukti komitmen kami untuk meningkatkan kualitas hidup bagi seluruh warga Kabupaten Tangerang,” kata Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid. “Kami berterima kasih atas kemitraan dengan Habitat for Humanity Indonesia dan menantikan dampak positif yang akan diberikan proyek ini kepada masyarakat.”
Tahun 2025 menandai awal yang baru penuh harapan bagi ratusan keluarga di Tanjung Kait. Lebih dari sekadar rumah, mereka kini memiliki tempat yang layak dan aman untuk disebut rumah—tempat yang menawarkan kehangatan, keamanan, dan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak mereka. Ini bukan hanya tentang struktur fisik; ini tentang memulihkan martabat, menghidupkan kembali impian, dan mewujudkan harapan.
(av/kh)