Peringatan Hari Perumahan Nasional, kolaborasi untuk bangun rumah

Peringatan Hari Perumahan Nasional, kolaborasi untuk bangun rumah

Tanggal 25 Agustus diperingati sebagai Hari Perumahan Nasional mengingatkan kita bahwa masih banyak keluarga berpenghasilan rendah yang belum terpenuhi kebutuhan rumah yang layak.

August 25 is celebrated as National Housing Day, reminding us that there are still many low-income families who have not had a decent housing.

Pentingnya pemenuhan kebutuhan rumah maka kolaborasi menjadi kunci untuk mewujudkan itu dengan melibatkan masyarakat, swasta dan pemerintah. Ketidakmampuan keluarga berpenghasilan rendah memiliki rumah layak dan terjangkau merupakan isu lama yang terus berlangsung di Indonesia dan sejumlah negara berkembang.

To fulfil the importance of housing needs, collaboration is the key to make it happen by involving the community, the private sector and the government. The inability of low-income families to have decent and affordable housing is an ongoing issue in Indonesia as well as some developing countries.

Pembangunan rumah lewat skema resmi atau dibangun pengembang tidak menjadi satu-satunya jawaban dalam meningkatkan akses masyarakat atau keluarga berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah. Sebagian besar masyarakat membangun rumahnya sendiri dan sebagian kecil lalinnya membeli dari pengembang. Kondisi ini menggambarkan bahwa masyarakatlah yang berperan sebagai penyedia utama perumahan.

The construction of houses through official schemes or development by developers is not the only answer in increasing the access of low-income communities or families to own houses. Most of the people build their own houses and a few others buy from developers. This condition illustrates that it is the community that acts as the main provider of housing.

Kemampuan keluarga atau masyarakat dalam pemenuhan perumahan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu : menengah ke atas yang mampu dapat memenuhi kebutuhan rumah lewat mekanisme pasar dan keluarga berpenghasilan menengah ke bawah yang kesulitan memenuhi kebutuhan rumah.

The ability of families or communities to fulfill housing needs is divided into two groups, namely: the upper middle class who are able to meet their housing needs through market mechanisms and middle to lower income families who have difficulty meeting their housing needs.

Di masa pandemi COVID-19 rumah menjadi penting sebagai inti kehidupan bagi keluarga. Mulai dari rumah sumber produktivitas terbentuk, yakni sebagai kantor, sekolah, tempat ibadah, dan sebagai rumah sakit. Namun kemampuan keluarga berpenghasilan rendah memiliki rumah masih terbatas.

During the COVID-19 pandemic, the house is important as the core of life for the family. Starting from the house, the source of productivity is formed, such as an office, school, place of worship, and as a hospital. However, the ability of low-income families to own a house is still limited.

Momentum Hari Perumahan Nasional tanggal 25 Agustus mengajak semua pembaca ikut kolaborasi mewujudkan rumah layak huni dengan menjadi Habitat Crew. Dengan Klik link : http://bit.ly/habitatcrewreg maka kita sudah ikut serta menjadi bagian dari gerakan perubahan untuk Indonesia yang lebih baik.(BN)

The momentum of National Housing Day on August 25 invites all readers to join the collaboration to build a decent house by becoming a Habitat Crew. Go to this link: http://bit.ly/habitatcrewreg, and you are already become a part of the movement for change for a better Indonesia.(BN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares