Kembalinya Pada Hubungan Manusia dengan Manusia

Kembalinya Pada Hubungan Manusia dengan Manusia

Sejak kemunculan wabah virus corona dari Wuhan, Tiongkok, Desember 2019 hingga sekarang, dunia terguncang. Indonesia pun terkena wabah Covid19 ini. Pada tanggal 14 Maret 2020, pemerintah Indonesia menetapkan pandemik Covid19 ini sebagai bencana nasional. Pemberitaan media arus utama dan gosip di ragam linimasa medsos ramai perbincangan seputar corona. Informasi berbaur, antara fakta, hoaks bahkan propaganda, dan banyak terjadi debat di dunia maya.

Wabah Covid19 ini membawa dampak ikutan. Di bidang ekonomi, muncul ketidakpastian dunia usaha seperti anjloknya saham di berbagai negara, turun drastisnya pendapatan perusahaan dan turunnya kurs mata uang. Banyak negara dibayangi krisis ekonomi. Di bidang sosial, muncul perilaku kolektif seperti histeria massa. Masyarakat dilanda panik dan memborong barang-barang di supermarket dan pasar. Kecurigaan antar satu sama lain meningkat seiring simpang-siurnya informasi wabah Covid19. Bidang politik pun ikut terpapar wabah corona.

Tetapi ada hal positif di situasi wabah Covid19 ini, telihat seperti kembalinya hubungan manusia dengan manusia dalam menyikapi dampak wabah Covid19. Semenjak pemerintah menetapkan untuk physical distancing dan work from home banyak melahirkan kegiatan kolaborasi lintas generasi – lintas profesi berbasis digital, seperti beragamnya bentuk kolaborasi webinar demi tetap produktif, tetap berbagi, dan menggalang donasi dengan sesama demi memerangi dampak wabah Covid19. Perilaku ini memperlihatkan satu sama lain saling membutuhkan terlepas dari status sosial maupun pekerjaan.

Hal kembalinya hubungan manusia dengan manusia terlepas dari status sosial dan pekerjaannya, tanpa disadari juga dilakukan oleh Habitat for Humanity Indonesia dengan membuat gerakan Tempat Singgah Pejuang Medis, yaitu kepedulian kepada kondisi fisik kepada petugas medis sebagai garda terdepan melawan Covid 19, dengan mengajak publik figur beragam latar profesi dan bidang untuk ikut berdonasi untuk menambah semangat dalam menyuarakan gerakan ini. Hubungan lintas generasi – lintas profesi terjadi disini. Bertepatan dengan ulang tahun yang ke 23 pada 1 Mei 2020 Habitat for Humanity Indonesia tetap mengajak masyarakat dari berbagai lapisan untuk ikut mendukung gerakan Tempat Singgah Pejuang Medis, dimana tempat beristirahat untuk kondisi fisik petugas medis sangat penting agar tetap bugar dan semangat dalam bertugas.

Donasi untuk Tempat Singgah Pejuang Medis masih dibuka dan dapat diakses di media sosial dan website Habitat for Humanity Indonesia sampai sembuhnya semua pasien yang terjangkit Covid19, karena kenyataannya masih banyak petugas medis yang belum mendapat tempat istirahat yang layak. Mari saling peduli dan dukung Habitat for Humanity Indonesia dengan berdonasi memberikan “Tempat Singgah Pejuang Medis”. Setiap tindakan kecil memberi semangat bagi para petugas medis dan telah membantu Indonesia Melawan Corona.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares