Harapan yang Mengepul dari Dapur Kecil Milik Ibu Sri
Yogyakarta, 3 Maret 2026 – Setiap hari, ketika sebagian besar orang masih terlelap, dapur kecil itu sudah hidup. Asap tipis mengepul, tangan terampil membentuk adonan bakso cilok, dan harapan kembali diracik sejak pukul tiga dini hari.
Di Desa Pilangrejo, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunung Kidul, Ibu Sri Lestari (45) menghabiskan hampir seluruh harinya di dapur. Bersama sang suami, Bapak Sumarno (49), mereka menggantungkan hidup dari bakso cilok dan susu kedelai yang dijual berkeliling. Dari subuh hingga larut malam, Ibu Sri menyiapkan dagangan yang kemudian dibawa suaminya menyusuri kampung demi kampung.
Namun, dapur tempat harapan itu diracik jauh dari kata layak. Dindingnya terbuat dari bilik bambu tua tanpa ventilasi yang memadai. Cahaya matahari sulit masuk, sehingga bahkan di siang hari lampu harus tetap menyala agar ia bisa melihat adonan yang diolahnya. Ketika hujan turun deras, air merembes masuk melalui celah-celah dinding dan atap yang bocor.
“Dulu kalau hujan deras, airnya masuk ke dalam dapur. Jadinya saya harus berhenti memasak bakso di sini. Alhasil suami saya enggak bisa berjualan,” tutur Ibu Sri.

Bukan hanya dapur yang menjadi tantangan. Toilet rumah mereka berada di luar, terpisah dari bangunan utama. Untuk menggunakannya, keluarga harus berjalan kaki melewati halaman yang gelap dan licin, terutama saat hujan turun atau malam tiba. Kekhawatiran akan terpeleset selalu menghantui. Di sisi lain, rasa malu juga kerap muncul karena belum memiliki fasilitas sanitasi yang layak.
“Kalau sudah hujan deras, kami takut licin dan takut jatuh. Kalau malam hari juga gelap sekali. Kami juga malu punya toilet di luar,” ungkapnya pelan.
Baca juga: Perjuangan Ibu Kepala Keluarga Mewujudkan Rumah Layak
Melalui Program Akses Air Bersih dan Sanitasi Layak, Habitat for Humanity Indonesia bersama dukungan para donatur membangun kembali dapur dan toilet milik keluarga Ibu Sri. Dapur baru kini berdiri kokoh dengan dinding permanen berwarna hijau, dilengkapi ventilasi dan jendela yang memungkinkan cahaya serta udara mengalir bebas. Toilet pun dibangun lebih aman dan menyatu dengan rumah, memberikan rasa nyaman dan privasi bagi seluruh keluarga.
Perubahan itu terasa sejak hari pertama.
Kini, dari kejauhan, aroma sedap bakso kembali tercium setiap pagi. Asap mengepul tanpa henti dari dapur yang jauh lebih terang dan sehat. Ibu Sri tak lagi khawatir ketika hujan turun. Ia bisa terus memasak kapan pun diperlukan.
“Sekarang kalau pintunya ditutup saja masih terang, cahaya dari luar masuk. Ventilasinya juga banyak, jadi hawanya enak,” katanya sambil tersenyum.

Dengan dapur yang lebih aman dan nyaman, produksi hariannya meningkat dari 5 kilogram menjadi 7 kilogram per hari. Ia bahkan mulai menambah varian bakso kuah. Penghasilan keluarga pun bertambah sekitar Rp150.000 hingga Rp200.000 per hari dibandingkan sebelumnya. Ketika dagangan Bapak Sumarno habis, Ibu Sri kini bisa segera menyusul untuk memasok kembali tanpa hambatan.
“Sekarang kalau barang dagangan Bapak habis, saya sudah bisa langsung samperin untuk ngasih baksonya lagi,” ujarnya penuh semangat.
Bagi Ibu Sri dan suaminya, perubahan ini bukan hanya tentang bangunan fisik. Ini tentang semangat yang tumbuh kembali. Tentang keyakinan bahwa kerja keras mereka bisa membawa masa depan yang lebih baik bagi dua anak yang masih bersekolah.
“Dengan dapur dan toilet baru ini, menambah semangat saya dan suami untuk berjualan demi menghidupi dua anak kami,” tuturnya haru.
Ke depan, Ibu Sri bermimpi dapat membeli kulkas atau freezer baru agar produksi bisa semakin meningkat. Ia ingin usahanya terus berkembang, selangkah demi selangkah.
Kisah Ibu Sri adalah bukti bahwa akses terhadap hunian dan sanitasi yang layak bukan sekadar soal kenyamanan, tetapi juga tentang membuka peluang ekonomi, menjaga kesehatan keluarga, dan memulihkan martabat.

Dukungan para donatur telah membantu menghadirkan perubahan nyata bagi keluarga seperti Ibu Sri. Setiap kontribusi yang diberikan turut mengubah dapur yang gelap menjadi ruang penuh cahaya dan harapan.
Yuk, baca kisah inspiratif lainnya dan lihat bagaimana dukungan Anda dapat menghadirkan perubahan nyata bagi lebih banyak keluarga di sini.
Penulis: Kevin Herbian
(kh/av)













































