Untuk mewujudkan permukiman yang layak huni dan berkelanjutan di Indonesia, Kementerian PUPR bidang Cipta Karya melalui program jangka menengah (RPJMN) 2015-2019 menetapkan target yang dikenal 100-0-100.  Target 100-0-100 artinya pada tahun 2019 permukiman harus memenuhi standar 100% akses air minum, 0% persen luas kawasan kumuh perkotaan dan 100% akses sanitasi (air limbah, persampahan dan drainase).

Data tahun 2014 menyebutkan bahwa pencapaian akses air minum baru mencapai 68%, luas kawasan  kumuh 12% dan akses sanitasi 60,91% (www.puskim.pu.go.id). Ini merupakan tantangan besar bagi pemerintah bahwa dalam kurun waktu 5 tahun kedepan, program 100-0-100 haruslah berhasil.

Gerakan 100-0-100 bidang Cipta Karya selama lima tahun (2015-2019) diusung pemerintah untuk menggalang semua stakeholder. Amanat RPJMN tersebut membutuhkan pendanaan dalam kurun 5 tahun mencapai Rp800 triliun, sementara kemampuan APBN hanya Rp128 triliun (www.pu.go.id). Maka untuk menutupi kebutuhan dana dalam memenuhi target capaian pembangunan 100-0-100 dapat menggunakan alternatif pendanaan lain selain APBN, yaitu pinjaman dan hibah luar negeri, CSR, KPS (Kerjasama Pemerintah dan Swasta).

Habitat for Humanity Indonesia sebagai lembaga kemanusiaan dengan core programe membangun rumah layak huni dan fasilitas komunitas bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), menyambut baik dan mendukung  target pemerintah 100-0-100. Target 100-0-100 sejalan dengan misi Habitat for Humanity Indonesia mengajak semua orang membangun rumah, membangun kehidupan jutaan keluarga Indonesia yang masih tinggal di rumah yang tidak layak, serta tidak memiliki akses terhadap air bersih dan sanitasi.

Sejak berdiri pada 1 Mei 1997 hingga akhir Desember 2017, Habitat for Humanity Indonesia telah membantu lebih dari 52 ribu keluarga melalui program pembangunan rumah baru dan fasilitas komunitas. Menatap ke depan, Habitat for Humanity Indonesia menargetkan 100 ribu keluarga terlayani pada tahun 2020.

Bersama pemerintah, Habitat for Humanity Indonesia mengundang semua pihak baik individu maupun kelompok, korporasi, lembaga-lembaga, dan pihak swasta pada umumnya untuk mengambil bagian secara aktif dan memberi kontribusi nyata untuk menyukseskan target 100-0-100. Sehingga pada tahun 2019 kita boleh menyambut Indonesia baru yang memiliki 100% akses air minum, 0% persen luas kawasan kumuh perkotaan dan 100% akses sanitasi.