Habipartner

6 Anak Hazaria Tidak Main diTempat Tetangga Lagi

Masih ingat dalam benak Hazaria Laila (44) saat mendapat kabar bahwa rumahnya akan dibangun oleh Habitat for Humanity Indonesia. “Rasanya seperti mimpi. Saya tidak habis pikir kalau akan mendapat bantuan, saya sangat senang bahkan sampai menangis. Istri saya juga tidak percaya saat mendapat kabar itu, namun akhirnya kami bersyukur bila rumah kami akan dibangun,” kata Hazaria.

Sungguh pantas bila Hazaria sangat senang, karena selama ini dia tinggal di rumah yang berdinding papan bekas, beratap seng, dan sangat sempit. Sementara yang tinggal di rumah itu adalah 8 orang. Hazaria memiliki 6 anak, dan semuanya tinggal bersama. Tidak bisa dibayangkan betapa mereka tidak nyaman untuk tinggal di rumah yang sempit. “Anak-anak kami lebih sering main di tempat tetangga, karena di rumah sumpek. Apalagi mereka juga tidak bisa belajar dengan baik, karena di rumah sangat ramai,” keluh Hazaria.

Setelah dibangun Habitat for Humanity Indonesia warga Kav. Bukit Pelita Blok C6 No. 67 RT 07 / RW 20, Kabil, Nongsa, Batam ini pun mengalami perubahan. Anak-anak mereka mulai betah untuk tinggal di rumah . Untuk membuat semakin betah, Hazaria bertekad untuk mempecantik rumahnya. “Meski harus utang ke toko bangunan, saya berusaha untuk membuat anak-anak nyaman. Sekarang rumah kami sudah ada keramik, sehingga saya tidak khawatri bila anak-anak bermain di lantai,” ujar Hazaria.

Selain lebih nyaman untuk anak-anak, keluarga ini juga lebih percaya diri. “Kami tidak lagi minder apabila ada acara doa, kami senang dan bangga mengundang tetangga untuk doa bersama, karena rumah kami sudah cantik dan bersih,” kata Flora, istri Hazaria.