STORY

The Journey of Habitat for Humanity Indonesia Rapid Respond Team 

The earthquake occurred in Palu and Donggala was quickly responded by Habitat for Humanity Indonesia by sending Rapid Response Team. 
The plan was, the team would stay in the location for two weeks for assessment of the condition on the spot post-disaster and arranged cooperation with other NGOs to respond the disaster. Three staffs were sent to the location immediately. 
But a big effort was needed to come to the location. One of us were from Batam and two from Yogyakarta. We departed on October 1st. We met up in Balikpapan before proceeding their travel to Mamuju. The team finally arrived in Mamuju on October 2.

From Mamuju we proceeded on land until Pasang Kayu. We had a save trip along the curvy streets and entertained by Indian music. When we arrived in Mamuju, we stayed in Haji Misran’s house. He is one of our staff’s friend. We were nicely received and he also helped them by providing  transportation to continue further. 
The rest of our trip to Palu and Donggala had an obstacle, namely the difficulty of getting gasoline. For 15 hours we stayed at a gas station, we slept on its porch with bed made of woods. Then the gasoline supply arrived, and we could proceed further. 
Yesterday, we finally arrived in Palu. 
May God gives us strength to accomplish this mission. Thanks for our friends who had always prayed for us. 
Be tough!
Palu, October 4 2018
Yoyok

 

Kisah Perjalanan Rapid Response Team Habitat for Humanity Indonesia 

Gempa yang melanda Palu dan Donggala langsung direspons Habitat for Humanity Indonesia dengan mengirimkan Rapid Respons Team. 
Rencananya, tim kecil ini akan berada di lokasi selama dua minggu untuk melakukan Asesment. Selain itu tim ini juga akan melihat kondisi dampak gempa dan tsunami serta membangun koordinasi dengan Organisasi Kemanusiaan yang lain untuk melakukan respon bencana. 
Sebanyak tiga staf langsung dikirimkan ke lokasi bencana. Hanya, perlu perjuangan yang keras untuk sampai lokasi bencana. Sebanyak tiga staf itu, satu dari Batam dan dua dari Jogjakarta, berangkat pada 1 Oktober (setelah lama berjuang mencari tiket perjalanan) Staf dari Batam dan Jogjakarta bertemu di Balikpapan sebelum melanjutkan perjalanan ke Mamuju. Tim RRT ini sampai ke Mamuju pada tanggal 2 Oktober. 
Dari Mamuju tim menempuh perjalanan darat untuk bisa mencapai lokasi. Perjalanan darat dimulai dari Mamuju ke Pasang Kayu, aman dan lancar dengan disuguhi jalan yang berkelok dan musik India sepanjang perjalanan. Sesampainya di Kabupaten Pasang Kayu, tim singgah di tempat Haji Misran, rekan kami. Kami diterima dengan sangat baik di rumahnya sampai membantu mencarikan transportasi dan akomodasi ke Donggala dan Palu. 
Perjalanan kami berlanjut , dari Kabupaten Pasang Kayu ke Palu, kami terkendala dan tertahan dengan langkanya BBM yang sangat sulit. Selama 15 jam kami sudah antre menunggu droping tangki BBM. Bahkan kami seperti ikut menjaga stasiun BBM ini sambil tidur di emperan toko dengan alas lincak kayu. Akhirnya BBM datang juga. 
Setelah cukup mendapatkan BBM, kami melanjutkan perjalanan ke Palu. Dan kemarin kami telah sampai di Palu, Semoga kami terus kuat dan tangguh untuk menyelesaikan misi ini.

Terimakasih untuk semua doa teman – teman. 
Salam Tangguh !!  Palu, 4 Oktober 2018
(Yoyok)