YUK, MULAI HIDUP SEHAT!

Kesehatan adalah aset kehidupan semua manusia, tanpa tubuh yang sehat kita tidak mungkin bisa beraktivitas dengan maksimal, apalagi jika mempunyai pola hidup yang tidak sehat. Maka dari itu, manusia harus menjaga kesehatan tubuhnya layaknya ia menjaga barang berharga miliknya. Menurut WHO (World Health Organization), kesehatan adalah suatu keadaan mental, fisik maupun kesejahteraan sosial, dan bukan hanya pada ketiadaan penyakit pada seluruh manusia (2015). Seperti yang telah disebutkan, bahwa kesehatan bukan hanya tentang tubuh kita yang bebas dari penyakit, tetapi kita juga perlu memperhatikan kesehatan psikologis kita. Ketika seseorang mempunyai mental yang baik, sudah pasti ia akan bisa menghadapi keadaan lingkungannya dengan sikap yang benar, tetapi apakah yang dimaksud dengan kesehatan mental yang baik?

Menurut Alodokter.com, kesehatan mental yang baik adalah kondisi ketika batin kita berada dalam keadaan tentram dan tenang, sehingga memungkinkan kita untuk menikmati kehidupan sehari-hari dan menghargai orang lain di sekitar (2016). Menjalin hubungan dengan sesama adalah kebutuhan dasar segala manusia sebagai makhluk sosial, hubungan sosial yang bersifat positif dapat berdampak baik untuk kesehatan kita. Sebagai contoh, jika kita terus bergaul dengan orang yang gemar berolahraga, kita pasti terpacu untuk berolahraga dan meniru gaya hidup sehat mereka.

“Everyone has their own definition of a healthy lifestyle, and mine has come to mean making health a priority but not an obsession.” – Daphne Oz, American nutrition author and television host.
Masing-masing orang mempunyai definisi pola hidup sehat dan cara hidup sehat yang berbeda-beda, tetapi satu hal yang sama adalah bagaimana cara kita untuk tetap bugar secara fisik dan mental. Melalui program pembangunan rumah layak huni dan fasilitas-fasilitas lainnya, Habitat for Humanity Indonesia membangun kesehatan masyarakat yang dilayani sehingga mereka memiliki pola hidup yang sehat, lingkungan yang sehat, dan akhirnya masa depan yang cemerlang.

Oleh: Margareta Febry Selawa
Intern for Habitat for Humanity Indonesia
BINUS International University, Communication-Journalism

Leave A Comment