Visi

Dunia dimana setiap orang memiliki tempat tinggal yang layak untuk hidup

Misi

Berusaha mewujudkan kasih Tuhan, Habitat for Humanity mengajak setiap orang bersama membangun rumah, komunitas, dan harapan.

Habitat for Humanity Indonesia merupakan bagian dari Habitat for Humanity International, sebuah lembaga nirlaba yang bertujuan untuk membantu pembangunan atau perbaikan rumah tinggal sehingga menjadi hunian yang layak, sederhana, dan terjangkau untuk keluarga berpenghasilan rendah. Didirikan oleh Millard dan Linda Fuller, Habitat for Humanity berpusat di Atlanta, Amerika Serikat. Hingga saat ini, Habitat for Humanity telah ada di lebih dari 70 negara.

Habitat for Humanity Indonesia berdiri pada tanggal 1 Mei 1997 dan saat ini memiliki 4 kantor cabang yakni Batam, Jakarta, Yogyakarta, serta Surabaya, dengan empat kantor projek yakni Cilegon Banten, Pangkal Pinang-Bangka Belitung, Cirebon dan Cilamaya-Jawa Barat. Sejak didirikan hingga akhir Desember 2017, Habitat for Humanity Indonesia telah membantu lebih dari 52.912 keluarga, dengan pembangunan rumah baru, renovasi rumah lama, penyediaan air bersih dan toilet publik, serta pembangunan fasilitas komunitas.

Habitat for Humanity Indonesia ikut mendorong warga binaan untuk terus menghayati dan melestarikan gotong royong, dengan dibantu komite desa. Anggota komite desa adalah orang-orang yang memiliki dedikasi tinggi dalam memberikan waktu, tenaga, pikiran untuk karya-karya HFH Indonesia di masyarakat. Komite desa ini menggerakkan warga untuk gotong royong dalam membantu warga yang rumahnya akan dibangun, pembangunan jalan, ataupun MCK komu-nal. Mereka melakukannya besama-sama, dengan semangat kebersamaan dan persaudaraan.

1997-2002

Merintis Kepedulian bagi Keluarga Berpenghasilan Rendah

Rumah pertama dibangun Habitat for Humanity Indonesia bekerja sama dengan Universitas Kristen Duta Wacana, Sleman Yogyakarta. Memulai Program Menabung, keluarga menyediakan sepertiga dana untuk membangun rumah, Habitat for Humanity Indonesia menanggung sisanya. Pada 2002 Habitat for Humanity Indonesia meluncurkan program tanggap bencana pertama di Kec. Sukakarya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat dengan membangun 50 rumah.

2003-2007

Membangun rumah di Wilayah Terdampak Bencana Alam

Membangun rumah dan fasilitas warga di Bantul, Yogyakarta pasca bencana gempa bumi. Berperan serta aktif dalam pembangunan kembali Aceh Paska bencana Tsunami. Menjangkau 8.248 keluarga terlayani.

2008-2013

Membangun Profesionalisme

Menjangkau 32.278 keluarga terlayani Tanggap Bencana (Disaster Response) Pengalengan, Jawa Barat Tanggap Bencana (Disaster Response) Sumatera Barat. Tanggap Bencana (Disaster Response) Tsunami di Mentawai. Tanggap Bencana (Disaster Response) Ledakan Gunung Merapi. Penerapan sistem cluster area.

2014-2020

Bertumbuh dalam Kualitas

Menjangkau 100.000 keluarga terlayani. Standarisasi bentuk ukuran rumah. Standarisasi Pemilihan keluarga Mitra, Audit Independen, bergabung dalam IGCN (International Global Compact Network) dan Humanitarian Forum Indonesia.

Karena Rumah adalah Awal dari Kehidupan Keluarga dan Sarana Membangun Bangsa

  • Rumah layak huni adalah hak asasi manusia. Setiap orang berhak untuk tinggal di rumah yang layak. Rumah layak huni juga sangat penting bagi pembangunan kesehatan, pendidikan, dan taraf ekonomi keluarga. Bahkan, rumah menjadi satu cara paling kuat untuk mengurangi indikator kemiskinan suatu bangsa.
  • Keluarga Membutuhkan Air Bersih. Untuk keperluan memasak makanan dan minuman, mandi, serta mencuci.
  • Keluarga Membutuhkan Sanitasi. Sehingga kotoran bisa jauh dari jangkauan kontak manusia dan tidak menjadi sarana penyebaran bibit penyakit.
  • Anak-anak Membutuhkan Tempat Belajar. Pendidikan di rumah adalah kunci penting bagi anak-anak untuk meraih masa depan yang cerah.
  • Keluarga Membutuhkan Pengembangan Taraf Ekonomi. Banyak bisnis besar berawal dari skala rumah tangga dan keluarga bisa memperoleh tambahan penghasilan.