Sri Daryati Tiada Henti Dalam Melayani

Mendedikasikan diri untuk orang lain dalam pelayanan sosial tidaklah mudah. Apalagi dalam era sekarang ini. Manusia semakin dikejar akan kebutuhan hidup sehingga waktu, tenaga, dan pikiran habis untuk diri sendiri. Namun hal tersebut tidak berlaku bagi Sri Daryati (44), warga Blok A3, No.92, Kavling Kabil Indah, Kabil, Nongsa, Batam.

Perempuan yang biasa dipanggil Sri ini mengaku sudah sejak lama terjun dalam kegiatan sosial. Keterlibatannya di masyarakat mendorong dia memiliki rasa sosial yang tinggi. “Saya memang senang ketika terlibat dalam kegiatan sosial, karena ini adalah bentuk ibadah saya kepada Tuhan. Ketika melihat tetangga sedang kesulitan, rasanya tidak tega, dan hati ini terus berseru untuk menolong,” ujar Sri.

Keaktivan dan rasa sosial yang tinggi membawanya terpilih sebagai komite desa Kabil. Sri tidak mengajukan diri, namun wargalah yang memilih dia untuk menjadi komite desa. Pihak HFH Indonesia juga menerima dengan senang hati. “Bu Sri diajukan oleh warga untuk menjadi komite desa. Selain memiliki jiwa sosial yang tinggi, Bu Sri adalah orang yang tegas dan ringan tangan. Beliau cepat dalam bertindak dan mudah untuk diajak kerja sama,” tegas Yudho selaku CO HFH Indonesia Cabang Batam.

Dalam kesehariannya, Sri adalah ibu rumah tangga dan membuka toko kelontong. Secara ekonomi kelurga Sri bukanlah keluarga mapan. Sebab suaminya M. Jemy hanya bekerja sebagai satpam. Bahkan kondisi rumahnya pun sangat menyedihkan dan tidak layak huni. Namun, kondisi rumah dan situasi ekonomi tidak menjadi hambatan. Dia memberi dari kekuarangannya. “Selama saya masih diberi kesehatan untuk membantu dan melayani warga, saya akan terus melakukannya. Saya ini orang bisasa saja, hanya bisa memberikan bantuan lewat tenaga, waktu dan pikiran,” tegasnya.  Kepedulian Sri bukan dari kelebihan yang dia miliki, namun rasa kasih kepada para tetangganya yang hidup menderita.

Selama menjadi komite desa banyak hal yang dialaminya. Salah satunya adalah kebahagiaan yang tiada terkira ketika HFH Indonesia berhasil membangun rumah untuk keluarga yang kurang mampu. Bagi Sri, rumah adalah segalanya bagi sebuah keluarga. Memiliki rumah yang layak huni akan membantu perbaikan kehidupan. Selain itu, martabat dari keluarga tersebut juga meningkat. “Saya ikut senang ketika sebuah keluarga mendapat persetujuan dari HFH Indonesia untuk dibangun, wajah mereka berubah menjadi lebih semangat,” terangnya.

Perjuangan menjadi komite desa membutuhkan komitmen, sebab Sri juga harus membagi waktu dengan keluarga. Untungnya, baik itu suami maupun anaknya mengerti dan memahami apa yang dilakukan Sri. “Suami dan anak saya mengerti aktivitas saya, yang penting saya tidak lalai dalam mengurus rumah tangga. Sehingga suami saya mendukung dan percaya kepada saya,” katanya.

Pengorbanan dan kesungguhan Sri dalam melayani akhirnya mendapatkan berkah dari Tuhan. Rumahnya yang memang tidak layak huni mendapatkan bantuan dari HFH Indonesia. “Saya tidak mengira bisa mendapat bantuan dari HFH Indonesia, dan saya sungguh mengharapkannya. Sebab, masih banyak saudara-saudara yang lain yang lebih membutuhkan. Namun, ini adalah rahmat Tuhan. Terimakasih kepada HFH Indonesia, dan selama saya dipercaya, saya akan memberikan diri untuk membantu HFH Indonesia,” katanya. (PPW)

 

Leave A Comment