Sentul: Enah Tidak Cuci Di Kali Lagi

Sudah bertahun-tahun Enah (28) mencuci di sebuah kali kecil, kira-kira 100 meter di belakang rumahnya. Meski terbilang dekat, saban hari ibu dua orang anak ini harus menyusuri jalanan terjal yang bisa saja mengancam dirinya kapan pun. Bahaya yang sama juga membayangi kedua oarng anaknya yang masih berusia dibawa 10 tahun saat pergi mandi atau buang air. Keadaannya kian sulit ketika musim penghujan tiba. Jalanan curam berlumut menjadi sangat licin, sehingga rentan jatuh atau kepleset. “Beberapa kali saya jatuh, kepleset uda tak terhitung, apalagi pas musim hujan,” kisah Enah.
Perjuangan Enah dan keluarga untuk memenuhi kebutuhan mandi, cuci, dan bahkan kakus di kali sebenarnya tidak lepas dari kondisi rumah mereka. Enah dan Nurjen (34) suaminya serta kedua anak mereka, menempati satu kamar sumpek tanpa ventilasi, atap bocor, lantai tanah, tanpa kamar mandi, milik keluarga besar Nurjen. Rumah tua milik keluarga besar tersebut, dihuni oleh empat kepala keluarga termasuk Enah dan suami.
Namun, semua itu mulai berubah ketika Enah dan keluarga tinggal di rumah baru yang kokoh, bersih, dan nyaman – lengkap dengan kamar mandi dan WC, yang dibangun oleh HFH Indonesia berkerja sama dengan Bina Persada Bandung. Sejak awal November 2017 hingga sekarang dan seterusnya, Enah tidak perlu turun ke kali lagi untuk mencuci pakain dan perabot rumah tangga. Juga Enah dan keluarga tidak perlu mandi dan buang air di luar rumah. Rumah layak huni dengan kamar mandi yang dibangun oleh HFH Indonesia menjawab semuanya. “Tidak terbayangkan punya rumah lengkap dengan kamar mandi seperti ini. Saya tidak pontang-panting lagi turun ke kali untuk mencuci atau mandi, apalagi sekarang musim hujan,”papar ibu muda asal Kampung Gunung Batu RT 003/008, Bojong Koneng-Sentul tersebut.

Leave A Comment