Revolution Slider Error: Slider with alias sanitation not found.
Maybe you mean: ''

MCK singkatan dari Mandi, Cuci, Kakus adalah salah satu sarana fasilitas umum yang digunakan bersama oleh beberapa keluarga untuk keperluan mandi, mencuci, dan buang air di lokasi permukiman tertentu yang dinilai berpenduduk cukup padat dan tingkat kemampuan ekonomi rendah (Pengembangan Prasarana Perdesaan (P2D), 2002).

MCK komunal/umum adalah sarana umum yang digunakan bersama oleh beberapa keluarga untuk mandi, mencuci dan buang air di lokasi pemukiman yang berpenduduk dengan kepadatan sedang sampai tinggi (300-500 orang/Ha) (Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman, 2001).

 

Tujuan dibangun MCK dengan sistem komunal di pemukiman padat adalah, sebagai berikut : (Soenarto, 1992)

  1. Untuk mengkomunalkan sarana mandi, cuci, dan kakus agar limbahnya mudah dikendalikan dan pencemaran lingkungan dapat dibatasi,
  2. Serta memudahkan pengadaan air bersih.
  3. Di samping itu juga untuk melestarikan budaya mandi bersama, seperti di daerah asal mereka.
  4. Kawasan yang padat penduduknya, umumnya luas rumah di bawah luas hunian baku per jiwa. Hal ini mengakibatkan sulitnya mencari ruang untuk lokasi sumur maupun kakus. Kawasan tersebut terutama dihuni oleh warga masyarakat yang berpenghasilan rendah, yang cenderung tidak dapat menyisihkan sebagian pendapatannya untuk membangun kakus atau kamar mandi sendiri. Apalagi jika mereka belum mendapatkan penyuluhan tentang sanitasi lingkungan, yang mempunyai kaitan erat dengan kualitas air tanah.

 

Habitat for Humanity Indonesia sendiri dalam mengentas problem water & sanitasi / ODF memberika 2 tipe product: individual toilet dan MCK umum.

 

  • MCK umum pada umumnya dibangun Habitat di daerah rural (pedesaan) didasarkan pada fakta bahwa ketersediaan tanah masih memungkinkan untuk dibangun MCK dan masyarakat sendiri masih menggunakan fasilitas MCK umum karena keterbatasan ketersediaan air dan masyarakat masih mau berjalan kaki untuk menggunakan MCK umum. Untuk keberlangsungannya pun masih sangat bagus di daerah pedesaan mengingat gotong royong masih mengakar di pedesaan sehingga mereka masih mau merawat secara bersama MCK umum yang sudah dibangun Habitat for Humanity Indonesia (termasuk lewat aturan main di dalam komite terkait penyelenggaraan pemeliharaan MCK umum).
  • Individual toilet pada umumnya dibangun Habitat di daerah urban karena keterbatasan lahan akan sulit apabila dibangun MCK umum. Selain itu untuk karakter masyarakat urban, MCK umum sudah tidak akan digunakan lagi karena karakteristik masyarakat sudah individualistis dan mereka tidak bersedia untuk berjalan kaki menggunakan MCK umum dan mereka lebih tertarik kepada toilet individu di masing-masing rumah mereka. Keberlangsungannya pun berjalan bagus karena mereka pasti akan merawat toilet individu di rumah mereka masing2.
  • Water network. Terkait dengan pembangunan individual toilet/MCK umum kendalanya adalah memastikan juga bahwa masing-masing rumah sudah dialiri air (baik melalui PDAM atau gali sumur,dll). Apabila belum maka dibutuhkan intervensi berupa water network sehingga MCK umum/individual toilet dialiri air. Water network ini bisa bersumber dari gali sumur/deep well. Setelah didapati sumber air maka sumber air akan dialiri melalui pipanisasi ke masing-masing rumah.