Punya Kamar Mendongkrak Prestasi

Pengalaman tidur berjejal dengan anak, istri, dan orang tua, tinggal kenangan bagi Mujono (41). Warga Dusun Srunggo 1, Desa Selopamioro, Imogiri, Bantul Yogyakarta ini terpaksa tidur bersama karena hanya punya 1 kamar.

“Hawa di kamar sangat sumpek. Apabila salah satu anggota keluarga sakit flu, maka dengan cepat akan menular,” kata Mujiono. Begitu pula dengan debu karena lantai dari tanah membuat sesak nafas. Apabila malam tiba udara sangat dingin, sebab dinding bambu telah banyak yang berlubang.

Hal ini juga berdampak bagi pendidikan anaknya. Sebelum rumahnya dibangun pada bulan Oktober 2014, Diyah (6) tidak bisa belajar dengan baik. Dia tidak punya tempat yang nyaman untuk belajar. “Saya kasihan ama Diyah, sebenarnya dia anak yang pintar. Karena tidak ada tempat untuk belajar prestasinya tidak menonjol,” Ujar Mujono.

Pelajar kelas 2 SDN Srunggo 1 mengalami perubahan yang luar biasa sejak rumahnya dibangun HFH Indonesia dan punya kamar sendiri. “Matematika dan agama mendapat nilai 100, dan saya juara 1,” kata Diyah dengan bangga. Hal ini pun tidak hanya berdampak bagi Diyah. Namun juga bagi anak-anak tetangga yang senang belajar dengan Diyah. Mereka belajar bersama setiap sore, karena tempatnya kini lebih nyaman.

Kehidupan Mujono kini semakin lebih baik. Dia bisa lega karena telah memiliki rumah yang bagus, bersih, sehat, dan memiliki kamar. Mujono dan istrinya kini lebih fokus untuk bekerja lebih giat. Mujono pun bersemangat untuk mengembangkan ternak ikan di depan rumahnya. “Saya sekarang lebih lega, lebih fokus untuk beternak ikan demi masa depan anak saya,” tegasnya.

 

 

Leave A Comment