Menolong Tanpa Pamrih

Pak Sungkono adalah sosok yang aktif dan energik, Dia adalah bagian dari warga dusun Ngasem Desa Kedung Bocok Sidoarjo. Orang yang ramah dan tak segan menolong tetangganya terlebih untuk memperbaiki barang elektronik. Bahkan lebih sering memperbaiki lampu-lampu di kampung dengan koceknya sendiri. Dia juga bekerja sebagai buruh serabutan harian untuk menopang kebutuhan keluarganya. Dengan upah harian seorang tukang, mereka membesarkan seorang anak laki bernama Dimas, yang saat ini sudah selesai sekolah SMK dan bekerja sebagai sales kompor gas. Siti Munawati yang biasa dipanggil Watik dengan setia mendampingi suami, sembari berjualan cireng, sosis, dan minuman es di depan rumahnya. Memang hasilnya tidak seberapa, sehari bisa 10 ribu rupiah.

Sejak 4 tahun lalu pak Sungkono dipercayakan warga untuk menjadi Ketua RT 12 RW 6 Dusun Ngasem, Desa Kedung Bocok, Sidoarjo. Menjadi ketua RT menambah semangat pak Sungkono untuk lebih melayani masyarakat Ngasem. Dalam setahun ia mendapatkan bayaran dari Desa sebesar 1.400.000 yang terbagi dalam beberapa tahap, namun terkadang tidak genap. Namun hal itu tidak menjadi masalah bagi dia. Kepuasan membantu masyarakat lebih diutamakan. “ Rejeki itu sudah ada yang mengatur…Itu sudah menjadi falsafah hidup saya,” ujar Sungkono sambil tersenyum.

Dalam kondisi yang “pas-pasan” keluarga Sungkono belum mempunyai kamar mandi dan WC sendiri. Untuk BAB, mereka masih tergantung pada tetangga dan sungai. Beruntung sekali sekarang keluarga Sungkono sudah memiliki Kamar mandi plus WC sendiri setelah adanya program Watsan dari APP dan HFH Indonesia. Sekarang mereka dapat hidup lebih sehat, dan yang terpenting saat hujan turun mereka tidak perlu kebingungan saat akan BAB.

Leave A Comment