Kebersamaan dalam Gerak Kemanusiaan

Tangerang, Habitalk!-Puluhan relawan dari berbagai lembaga kemanusiaan dan sekolah, membangun 5 rumah layak huni di Kampung Kameng, Desa Kedung Dalem, Mauk, Tangerang, Banten (3/9/16). Mereka tergabung dalam sebuah kegiatan untuk memeringati hari Kemanusiaan Sedunia. “Kegiatan ini merefleksikan sebuah kebersamaan dalam gerak kemanusiaan. Perlu ada gerakan bersama seperti ini, untuk semakin memajukan kebersamaan dalam hidup di dunia ini. Dengan membangun rumah layak huni, kita diajak untuk membangun dasar kebersamaan, yakni belarasa bersama dengan banyak pihak untuk memujudkan kasih kepada yang membutuhkan,” tutur Rm. Suyadi selaku Direktur Yayasan Karina.

Kegiatan ini adalah hasil kolaborasi HFH Indonesia dengan Humanitarian Forum Indonesia, UN OCHA, dan beberapa lembaga kemanusiaan serta sekolah. Lembaga tersebut seperti: PLAN, Yayasan Karina, Wahana Visi Indonesia, Save the Children, Sekolah Pelita Harapan Lippo Cikarang, LPBI NU, Ichthus School, dan Disaster Resource Partnership.

Dalam kegiatan kali ini, dianggkat tema One Humanity atau Satu Kemanusiaan dalam kegiatan Building for One Humanity. Aksi ini sebagai wujud nyata dari berbagai lembaga kemanusiaan untuk mewujudkan kesatuan dan kasih dengan membangun rumah layak huni bagi keluarga prasejahtera.

Mengapa membangun rumah? Bagi HFH Indonesia rumah adalah kebutuhan pokok bagi manusia, dimana keluarga menemukan beribu kebahagiaan dan kehangatan. “Karena itu membangun rumah, bukan hanya membangun tempat untuk berlindung namun membangun rumah adalah membangun masa depan dan harapan,” tutur James Tumbuan, Direktur Nasional HFH.

Acara ini juga diikuti oleh dua mantan Putri Indonesia, yakni Artika Sari Dewi dan Wulandari yang sekaligus Youth Ambassador HFH Indonesia. Mereka mengajak beberapa model binaan mereka untuk terlibat dalam aksi kemanusiaan, supaya lebih mengenal arti berbagi kepada sesama.

Selain membangun rumah, juga ada edukasi bagi anak-anak, berupa permainan pengenalan bencana alam, serta dongen boneka dari Save The Children dan PLAN. Anak-anak juga dikenalkan dengan kebiasaan membaca oleh WVI dengan mobil perpustakaannya. “Animo anak-anak dalam mengikuti permainan pengenalan bencana alam serta membaca sangat besar, kami senang dengan mereka. Ini adalah awal yang baik untuk mengedukasi anak-anak dalam pengenalan bencana alam,” ujar Dian salah satu perwakilan dari PLAN.

Leave A Comment