Tsunami

Kata tsunami berasal dari bahasa Jepang, “tsu” berarti pelabuhan dan “name” berarti gelombang sehingga secara harafiah diartikan sebagai gelombang/ombak yang besar di pelabuhan. Sedangkan secara umum Tsunami dapat diartikan sebagai gelombang laut berskala besar yang disebabkan oleh gempa bumi dengan pusat di bawah laut, letusan gunungapi bawah laut, longsor di bawah laut, dan atau hantaman meteor di laut.

Penyebab Terjadinya Tsunami

  • Gempa bumi yang berpusat di laut, diikuti dengan dislokasi/perpindahan masa tanah/batuan yang sangat besar dibawah air (laut/danau).
  • Longsor di bawah laut.
  • Letusan gunungapi di bawah laut / gunungapi pulau.
  • Hantaman meteor di laut.

Tanda-Tanda Tsunami

  • Pada umumnya di Indonesia didahului dengan gempabumi besar dan susut laut.
  • Terdapat selang waktu antara waktu terjadinya gempabumi sebagai sumber tsunami dengan waktu tiba tsunami di pantai.
  • Gelombang air laut datang secara mendadak dan berulang dengan energi yang sangat kuat.
  • Di Indonesia tsunami terjadi dalam waktu kurang dari 40 menit setelah gempabumi besar di bawah laut.

Gempabumi yang Menyebabkan Tsunami

  • Berpusat di laut.
  • Kekuatan gempa (magnitudo) lebih besar dari 6,8 SR.
  • Kedalaman pusat gempa tidak lebih dari 70 km (merupakan gempa bumi dangkal).
  • Pola patahan adalah sesar naik/ turun.

Strategi Mitigasi dan Upaya Pengurangan Risiko

  • Pembangunan Sistem Peringatan Dini Tsunami.
  • Pembangunan tempat evakuasi (shelter) di sekitar daerah pemukiman, pembangunan tembok penahan tsunami pada garis pantai yang berisiko, penanaman mangrove serta tanaman lainnya di sepanjang garis pantai untuk meredam gaya air tsunami.
  • Meningkatkan pengetahuan masyarakat lokal khususnya yang tinggal di pinggir pantai tentang tsunami dan cara-cara penyelamatan diri terhadap bahaya tsunami.
  • Melaporkan secepatnya jika mengetahui tanda-tanda akan terjadinyan tsunami kepada petugas yang berwenang : Kepala Desa, Polisi, Stasiun Radio, PUSDALOPS PB maupun institusi terkait.

 

Sumber:

Buku Saku : Tanggap Tangkas Menghadapi Bencana (2012)