Cluster Approach – Strategic Project – Market Development

Cluster Approach (Pendekatan Klaster)

Pendekatan Berkelompok / Cluster Aproach

Pada prinsipnya dalam menentukan area wilayah proyek/ program Habitat sedapat mungkin menggunakan pendekatan berkelompok (cluster approach) baik dari aspek fisik bangunan maupun kesamaan aspek lokal masyarakatnya.

Dalam konteks permukiman, permukiman kelompok/clustered settlement adalah suatu pola permukiman di mana rumah dan bangunan lainnya terletak berdekatan satu dengan yang lain. Oleh karena itu cluster mempunyai arti berkelompok dari aspek fisik.

Dalam prakteknya, pengelompokan fisik melibatkan kedua aspek di atas. Oleh karena itu pemilihan cluster perlu mempertimbangkan baik aspek fisik dan aspek lokalitas lainnya, yang terkadang tidak sama dengan satuan terkecil dari unit administratif pemerintah lokal (unstat.un.org). Namun cluster ini bisa saja sama dengan satuan administratif (RT, RW, Desa, Kecamatan).

Tujuan dari mengimplementasikan program secara berkelompok (cluster) adalah:

  • Lebih menjamin tercapainya impact dari suatu program di masyarakat
  • Memudahkan pengorganisasian dan partisipasi masyarakat
  • Untuk efisiensi dan efektivitas monitoring dan biaya

 

Intinya pendekatan secara berkelompok (cluster approach) merupakan LOB di mana program perbaikan kualitas perumahan dilakukan tidak menyebar namun berkelompok di mana rumah dan bangunan fisik lainnya terletak berdekatan satu dengan yang lain. Pendekatan ini diharapkan bisa menghasilkan impact yang lebih dalam melalui intervensi yang lebih holistic di suatu kawasan yang tidak menyebar. Program ini diimplementasikan pada suatu area tertentu (misalnya Kelurahan / Desa) yang disebut Program Site, dengan jumlah warga yang berada di bawah garis kemiskinan yang cukup signifikan, memiliki Master Plan dan Komitmen cukup panjang (2-5 tahun).

 

Proyek Strategis (Strategic Project)

 

Apabila ada suatu proyek direncanakan untuk selesai tidak lebih dari 2 tahun maka area tersebut akan dinamakan Project Site. Jika suatu proyek direncanakan akan memakan waktu lebih dari 2 tahun, maka area tersebut akan dinamakan Program Site atau Cluster. Keduanya dimungkinkan untuk membuka satu kantor operasional di area tersebut disesuaikan dengan budget dan kebutuhan.

Dalam menentukan skala suatu project, HFH Indonesia akan menentukan besaran cakupan suatu proyek atau program untuk dibuat dalam suatu proposal. Program Site bisa saja dipecah lagi dalam cluster-cluster kecil dalam rangka pengerjaan maupun proposal-proposal kecil.

 

Proyek Strategis (Strategic Project) merupakan proyek yang menjawab kebutuhan yang mendesak yang bisa dikembangkan atau direplikasi untuk situasi sejenis atau kebutuhan tertentu. Berbeda dengan program jangka panjang, Proyek Strategis memiliki kekhususan dalam hal:

o Bisa dikembangkan menjadi LOB Market Development atau Cluster Approach

o Memiliki nilai strategis dalam hal pendanaan, pemasaran, prospek donor, peningkatan kapasitas, pengembangan program atau organisasi

o Jangka waktu relatif singkat (di bawah 2 tahun)

o Organisasi dan staf yang direkrut menyesuaikan waktu proyek

o Kebutuhan spesifik seperti program tanggap bencana dan mitigasi (Disaster Risk Reduction and Response).

 

 

 

Market Development (Pengembangan Pasar)

Pada LOB ini Habitat menekankan pada mendekatkan ‘supply and demand’ bagi tersedianya rumah layak yang terjangkau. Habitat melakukan fasilitasi, konsultasi, peningkatan kapasitas organisasi atau Lembaga Keuangan Mikro, pendampingan teknis, ataupun pinjaman ringan dalam rangka pengembangan produk perumahan.

 

 

Leave A Comment