Berbuatlah Baik, Supaya Bermanfaat Untuk Orang Lain

 

Tindakan Konyol

Muhayat (52) masih ingat betul bagaimana suasana Kavling Siap Bangun (KSB) wilayah Kabil, Kecamatan Nongsa – Batam  saat-saat awal dibuka beberapa tahun lalu. Belum ada bangunan apa pun. Belum ada akses listrik, jalan, sekolah, tempat ibadah, dan masih dikelilingi hutan. “Saya tidak ada modal untuk bangun rumah. Maka saya pun bangun pondok dari material apa pun. Saat ada triplek bekas saya ambil dan dibuat rumah, atap rumah pun dari dedaunan. Yang penting bisa untuk berteduh. Karena saya tidak tahu kepada siapa harus mengeluh. Warga dipindah ke kavling, namun tidak ada akses untuk apa pun,” tutur Muhayat.

Keaktifan Muhayat di masyarakat menjadikan dia terpilihlah menjadi ketua RT. Saat itulah hati Muhayat mulai tergelitik, melihat anak-anak tidak mendapatkan bekal agama secara cukup. Dari situ muncullah ide untuk mendirikan TPQ di wilayah RT. 02/ RW. 11. “Saya rapat bersama warga untuk membuka TPQ. Awalnya ada yang setuju, ada pula yang menolak. Bahkan banyak yang menertawakan. Sebab kami tidak punya dana.” Namun, Muhayat tidak menyerah. Pembangunan awal dia biayai dengan uang pribadi. Jadilah 2 bangunan kelas semi permanen dengan dinding separo dan beratap seng. Istri muhayat marah besar! “Mana mungkin kau buat TPQ beratap seng, sedangkan atap rumah kita masih pakai daun! Dan karena marah, istri saya sempat pulang kampung beberapa waktu,” kenang Muhayat.

Ide dan gagasan Muhayat untuk mengembangkan pendidikan agama tidak berhenti pada TPQ. Pada tahun 2004 dia meningkatkan status TPQ menjadi SD Islam, dan menamainya SDS IT Mambaul ‘Ulum. Apa yang dilakukan Muhayat membuahkan hasil. Pada tahun 2008 ijin operasional sekolah dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Kota Batam. “Syukur alhamdullilah ijin operasional SD bisa keluar. Meski harus melalui perjalanan panjang untuk mendapatkannya,” tuturnya. Muhayat pun bertahan dengan bangunan SD yang apa adanya. Atap pun mulai berkarat dan berlobang, sehingga bila hujan pasti bocor, dan dindingnya pun mulai rusak.

 

Nekad menjadi berkat

Akhirnya kenekatan dan kegigihan, serta semangat Muhayat membawa berkat. Tuhan hadir lewat Habiat for Humanity Indonesia. Pada awal Maret 2016 dibangunlah gedung SDS IT Mambaul ‘Ulum. Kini gedung sekolah tidak lagi reyot, berlubang, dan pengap. Sekarang sudah bagus dan bersih. Selain membangun gedung sekolah Habitat juga membangun toilet, sehingga kebersihan lingkungan sekolah tetap terjaga.

Setelah bangunan menjadi bagus, Muhayat masih memegang prinsip, bahwa SD ini bertujuan untuk menolong mereka yang tidak mampu. Maka untuk mereka yang tidak mampu membayar uang sekolah pun masih tetap diterima. “Saya tidak akan berubah. Bila ada yang tidak mampu akan tetap diterima di SD ini. Banyak murid yang tidak bisa membayar iuran. Bukan hanya sebulan, dua bulan. Namun sampai 3-4 tahun tidak membayar,” ujarnya.

Muhayat adalah sosok dibalik berdirinya lembaga pendidikan SDS IT Mambaul ‘Ulum. Namun dia juga sosok yang low profile. Tidak banyak orang yang tahu sepak terjangnya. Meski sebagai penangungjawab yayasan, dia tidak malu dan ragu untuk menjadi kuli. Bahkan dia senang bila disebut tukang kebun di SD. Dia memberikan waktu untuk merawat gedung, membangun pagar, bahkan juga sebagai penjaga malam. Dia juga bercocok tanam di tanah sekitar SD, hasilnya bukan untuk dijual, namun dibagikan kepada semua guru.