Alif Lebih Sehat di Rumah Baru

Alif (3) terus berlari di dalam rumah, namun karena merasa tidak bebas dengan situasi rumahya yang sempit sesekali Alif merengek, menangis, berteriak dan mencoba untuk meloncat-loncat. Begitulah keseharian Alif, anak dari pasangan Bahtarim (52) dan Musrifah (44). Alif adalah anak berkebutuhan khusus (down syndrome), dia sangat hiperaktif, sulit untuk diam, dan masih kesulitan berkomunikasi.

Rumah Bahtarim memang kecil, sumpek dan pengap, berdinding papan dan triplek, dan beratap seng. Belum lagi banyak binatang dan serangga masuk ke rumah, seperti tikus, kecoak dan nyamuk. Itu semua semakin membuat Alif tidak nyaman dan sering sakit-sakitan. Pria yang kesehariannya bekerja sebagai buruh pabrik ini mengaku tidak mampu membangun rumah yang luas, bagus, dan kokoh. “Untuk makan saja susah, apalagi membangun rumah. Gaji saya cukup buat kebutuhan rumah tangga. Meskipun kakaknya Alif, Rizky (22) sudah bekerja namun tidak bisa terlalu banyak membantu ekonomi keluarga. Mau tidak mau kami tinggal di rumah yang seperti ini,” tutur Bahtarim.

Namun, sejak HFH Indonesia membangun rumah Bahtarim kondisi Alif berubah. “Ketika pertama kali memasuki rumah ini, Alif terasa bingung. Dia hanya bisa diam dan melongo. Namun, beberapa menit kemudian dia berteriak dan tertawa. Dia berlari ke sana-kemari, keluar masuk kamar, keliling ruang tamu. Saya dan suami sempat menangis waktu itu,” kata Musrifah. Alif kini lebih leluasa untuk bermain di dalam rumah, sebab ruangannya lebih longgar, bersih, dan tentunya semakin nyaman. “Saya tidak habis pikir, ternyata ini adalah berkat Tuhan untuk Alif. Kami sangat berterimakasih kepada Habitat yang telah membangun rumah kami. Alif saat ini lebih sehat. Saat di rumah lama seminggu sekali pasti membawa ke dokter, namun sekarang tidak lagi,” tambah Bahtarim.

Alif terus berlari, bahkan hingga malam hari. Biasanya Alif tidur pada pukul 21.00, namun semenjak menempati rumah baru, dia baru tidur tengah malam. “Hal inilah yang menggembirakan hati kami. Alif selalu tersenyum, meski dia tidurnya lebih malam. Namun saya tidak lagi was-was bila Alif saya tinggal masak dan mencuci baju. Dia kini lebih aman, dan bisa bermain di dalam rumah,” kata Musrifah sambil berkaca-kaca.

Leave A Comment