3 Lini Bisnis dalam Program

 

3 lini bisnis dalam implementasinya secara langsung berada dalam Departemen Program, yaitu:

1. Cluster Approach

Pendekatan Berkelompok / Cluster Aproach

Pada prinsipnya dalam menentukan area wilayah proyek/ program Habitat sedapat mungkin menggunakan pendekatan berkelompok (cluster approach) baik dari aspek fisik bangunan maupun kesamaan aspek lokal masyarakatnya.

Dalam konteks permukiman, permukiman kelompok/clustered settlement adalah suatu pola permukiman di mana rumah dan bangunan lainnya terletak berdekatan satu dengan yang lain. Oleh karena itu cluster mempunyai arti berkelompok dari aspek fisik.

Dalam prakteknya, pengelompokan fisik melibatkan kedua aspek di atas. Oleh karena itu pemilihan cluster perlu mempertimbangkan baik aspek fisik dan aspek lokalitas lainnya, yang terkadang tidak sama dengan satuan terkecil dari unit administratif pemerintah lokal (unstat.un.org). Namun cluster ini bisa saja sama dengan satuan administratif (RT, RW, Desa, Kecamatan).

Tujuan dari mengimplementasikan program secara berkelompok (cluster) adalah:

  • Lebih menjamin tercapainya impact dari suatu program di masyarakat
  • Memudahkan pengorganisasian dan partisipasi masyarakat
  • Untuk efisiensi dan efektivitas monitoring dan biaya

 

Pendekatan secara berkelompok (cluster approach) merupakan LOB di mana program perbaikan kualitas perumahan dilakukan tidak menyebar namun berkelompok di mana rumah dan bangunan fisik lainnya terletak berdekatan satu dengan yang lain. Pendekatan ini diharapkan bisa menghasilkan impact yang lebih dalam melalui intervensi yang lebih holistic di suatu kawasan yang tidak menyebar. Program ini diimplementasikan pada suatu area tertentu (misalnya Kelurahan / Desa) yang disebut Program Site, dengan jumlah warga yang berada di bawah garis kemiskinan yang cukup signifikan, memiliki Master Plan dan Komitmen cukup panjang (2-5 tahun).

  

2. Strategic Project

Apabila ada suatu proyek direncanakan untuk selesai tidak lebih dari 2 tahun maka area tersebut akan dinamakan Project Site. Jika suatu proyek direncanakan akan memakan waktu lebih dari 2 tahun, maka area tersebut akan dinamakan Program Site atau Cluster. Keduanya dimungkinkan untuk membuka satu kantor operasional di area tersebut disesuaikan dengan budget dan kebutuhan.

Dalam menentukan skala suatu project, HFH Indonesia akan menentukan besaran cakupan suatu proyek atau program untuk dibuat dalam suatu proposal. Program Site bisa saja dipecah lagi dalam cluster-cluster kecil dalam rangka pengerjaan maupun proposal-proposal kecil.

 

Proyek Strategis (Strategic Project) merupakan proyek yang menjawab kebutuhan yang mendesak yang bisa dikembangkan atau direplikasi untuk situasi sejenis atau kebutuhan tertentu. Berbeda dengan program jangka panjang, Proyek Strategis memiliki kekhususan dalam hal:

o Bisa dikembangkan menjadi LOB Market Development atau Cluster Approach

o Memiliki nilai strategis dalam hal pendanaan, pemasaran, prospek donor, peningkatan kapasitas, pengembangan program atau organisasi

o Jangka waktu relatif singkat (di bawah 2 tahun)

o Organisasi dan staf yang direkrut menyesuaikan waktu proyek

o Kebutuhan spesifik seperti program tanggap bencana dan mitigasi (Disaster Risk Reduction and Response).

2. Market  Development

Pada LOB ini Habitat menekankan pada mendekatkan ’supply and demand’ bagi tersedianya rumah layak yang terjangkau. Habitat melakukan fasilitasi, konsultasi, peningkatan kapasitas organisasi atau Lembaga Keuangan Mikro, pendampingan teknis, ataupun pinjaman ringan dalam rangka pengembangan produk perumahan.

  • Pengembangan Produk Pembiayaan Mikro Perumahan dengan memberikan pendampingan bagi Lembaga Keuangan Mikro untuk memiliki produk pinjaman perumahan/ perbaikan rumah (product development) yang:
    • Jangka panjang
    • Tidak bergantung subsidi
    • Tapat sasaran dan sesuai kebutuhan
    • Mendorong kualitas rumah sesuai standar konstruksi
  • pendampingan teknis konstruksi bagi mitra / masyarakat
  • Pendidikan Ekonomi Keluarga & Persiapan Pembangunan Rumah
  • Pengembangan bisnis bagi Usaha Kecil yang mengembangkan sistem atau material konstruksi agar bisa menjangkau masyarakat kurang mampu namun berkelanjutan

 

Ada 3 Line of Business (LOB) yang dalam implementasinya secara langsung berada dalam Departemen Program, yaitu Cluster Approach, Strategic Project, dan Market Development. Sedangkan LOB Volunteer tidak semua aktivitasnya diimplementasikan departmen yang mengurusi program, tetapi juga melibatkan departemen lainnya, seperti Human Resources dan Resource Development.Volunteer/Manajemen relawan telah menjadi bagian penting dalam Habitat. Manajemen relawan merupakan kegiatan yang tidak hanya terkait dengan satu departemen, namun memiliki pengaruh terhada Resource Development, Program, maupun SDM. Ber- dasarkan kegiatannya, relawan dibedakan menjadi relawan konstruksi dan non-konstruksi, sedangkan dari asalnya, dibedakan menjadi General Participants, HNI’s

dan C-Level Individual  Corporate Donors dan Global Village

 

Area Layanan Kantor Cabang & Regional

Beberapa Program Site akan dikoordinasikan oleh satu kantor cabang. Suatu kantor cabang memiliki staf paling sedikit terdiri dari seorang Branch Manager, yang membawahi satu atau beberapa Community Organizer, Construction Supervisor, dan Finance atau Admin Staff. Lokasi Program Site dalam satu cabang yang sama ini bisa saja terletak di kecamatan, kota, dan provinsi yang sama ataupun berbeda. Beberapa kantor cabang akan berada di bawah koordinasi Field Operation Manager berkedudukan di National Office.

Pendirian atau penutupan suatu project site, program site, kantor proyek, atau kantor cabang akan mengacu kepada 8 kriteria yang telah disebutkan di atas, dilihat dari perspektif saat ini dan proyeksi ke depannya, dan akan sangat dipengaruhi oleh Rencana Strategis HFH Indonesia.

Pada saat ini Habitat memiliki 4 kantor cabang yaitu Batam, Jakarta, Jogja, dan Surabaya. Selain kantor cabang, Habitat bisa memiliki kantor project yang berada di bawah tanggung jawab cabang atau National office. Saat ini kantor project terdapat di Medan, Bandung, Karawang, Bogor, Tangerang, Bitung, Mojokerto, Semarang, dan Bali.